Portal Sains

Pandemi Bikin Aktivitas Digital Meningkat, Jangan Anggap Remeh Masalah Keamanan

Dok. Pixabay

Dampak global dari pandemi COVID-19 telah menunjukkan kepada kita mengenai pentingnya transformasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai konsumen, kita tergantung pada teknologi dan keamanan digital untuk melakukan lebih banyak hal, baik melakukan pembelian, menyeberang batas negara, mengakses layanan pemerintah atau masuk ke dalam jaringan perusahaan.

Namun sayangnya, pada saat aktivitas digital semakin tinggi, para penjahat siber juga tidak tinggal diam. Mereka semakin aktif. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, pada periode 1 Januari sampai 12 April lalu, sudah terjadi 88,4 juta serangan siber terhadap individu maupun perusahaan di Indonesia.

Di sinilah kita memerlukan solusi keamanan. Intinya, jangan anggap remeh deh soal keamanan ini. Kalau kita abai dan akhirnya terkena serangan, dampaknya sangat merugikan. IBM Security pernah menghitung, kerugian perusahaan akibat serangan siber yang menyebabkan kebocoran data misalnya, mencapai US$3,92 juta sampai US$6 juta tergantung jenis kebocorannya.  

Jadi, kita wajib waspada. Sebab setiap perangkat kita yang terhubung ke dunia maya akan selalu berpotensi menjadi endpoint target serangan. Makanya, selalu ada kebutuhan untuk melakukan pembaruan software yang kita punya atau modernasisasi infrastruktur TI yang ada biar selalu relevan dan lebih baik dalam menangkal berbagai serangan siber yang juga tiap hari makin canggih saja. 

Salah satunya adalah solusi keamanan yang ada di luar sana adalah solusi dari Entrust Datacard, yang baru saja mengumumkan perubahan nama brand menjadi Entrust. Sejumlah organisasi pemerintah maupun swasta sudah mempercayakan keamanan program digital mereka kepada Entrust.

“Kami bangga kami dipercaya membuat masyarakat, bisnis dan informasi bergerak dengan aman. Entrust adalah pondasi brand kami yang mencerminkan bagaimana teknologi dan inovasi memiliki peran sentral dalam mengamankan dunia yang terus berubah ini,” kata Todd Wilkinson, CEO Entrust.

Perusahaan ini sudah memiliki sejarah panjang ternyata. Perusahaan ini didirikan oleh Datacard Corporation pada 1969 dan diakusisi Entrust pada 2013 untuk kemudian menjadi Entrust Datacard. Saat ini Entrust menawarkan solusi yang sangat beragam, mencakup penerbitan kredensial, perlindungan identitas dan data, serta solusi sertifikat dan tandatangan digital.

Pada tahun-tahun belakangan ini, Entrust telah berekspansi dari pembuatan kredensial fisik ke portofolio solusi keamanan digital. Sejumlah akuisisi penting dilakukan, antara lain akuisisi perusahaan public key infrastructure (PKI) Trustis dan Safelayer, penyedia otentikasi SMS Passcode, dan nCipher, perusahaan hardware security modules (HSMs)

Berkat ekspansi dan akusisi tersebut, Entrust telah bertransformasi menjadi penyedia software keamanan digital dan solusi penerbitan kredensial. Melalui investasi yang sigifikan dalam R&D, Entrust telah menghadirkan teknologi penerbitan kartu baru, pemberdayaan cloud, solusi HSM dan manajemen otentikasi, tandatangan digital dan identitas. Belum lama ini Entrust meluncurkan solusi encrypt di tengah meningkatnya ancaman keamanan. Pada awal tahun ini Entrust juga memperkenalkan solusi baru untuk otentifikasi tanpa kata sandi (passwordless authentication) dan digital onboarding.

Exit mobile version