Press "Enter" to skip to content
Kerang Corbicula tobae (dok. Olga V. Aksenova)

Menyingkap Penghuni Asli di Perairan Danau Toba

Danau Toba tak hanya indah pemandangannya. Dalam riwayatnya, Danau Toba adalah sebuah kawah raksasa yang pernah meletus secara masif pada 74.000 tahun lalu sehingga danau Toba juga disebut supervolcano purba. Meski begitu, menurut penelitian, danau ini tidak menunjukkan tingkat endemisme yang tinggi, artinya tak banyak hewan endemik di sini.

Nah, satu dari sedikit organisme endemik di Danau Toba adalah sejenis kerang bernama latin Corbicula tobae. Sekelompok peneliti dari Russian Academy of Sciences telah mencoba mengkonfirmasi validitas spesies ini sebagai spesies endemik Danau Toba menggunakan bukti morfologi, anatomis, dan DNA. Penelitian mereka diterbitkan di Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research edisi online yang terbit pada Oktober 2020.

Selain itu, sebenarnya ada satu spesies kerang lain bernama Corbicula leana, yang termasuk spesies invasif yang tersebar luas. Namun kerang ini tercatat di Danau Toba untuk pertama kalinya. Kedua spesies ini tampaknya mengeksploitasi relung ekologi yang berbeda di dasar Danau Toba.

Kerang Asia menarik perhatian ilmuwan selama beberapa dekade terakhir karena invasi mereka yang luas di berbagai perairan di dunia, termasuk Amerika dan Eropa. Asal spesies ini adalah Timur Tengah, India, Asia Tenggara, berbagai kepulauan di Indonesia, Australia, dan Afrika. “Meski persebarannya luas, status taksonomi dari berbagai phylogenetic lineage mereka masih belum terpecahkan,” demikian ditulis peneliti dalam studi mereka.

Saat ini, taksonomi Corbicula masih membingungkan sehingga menghambat berbagai studi mendasar maupun studi terapan terhadap moluska ini. Sejumlah besar spesies masih dijelaskan menggunakan fitur konkologis saja, kebanyakannya dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Untuk melakukan penelitiannya, mereka menggunakan data DNA dan analisis yang ada, data studi morfologi dan anatomi. Dari beberapa taksa Corbicula, lima di antaranya adalah spesies yang valid yaitu Corbicula pullata Philippi yang ditemukan di Danau Luar di Sumatera Barat; C. moltkiana Prime; C. sumatrana Clessin, di Danau Singkarak, Sumatera Barat; C. tobae; dan C. gustaviana Martens dari Danau Baru, Sumatera Barat.

Mereka mendapati bahwa Corbicula tobae adalah spesies yang agak jauh dari taksa lain secara morfologis dan genetis. Singkatnya, Corbicula tobae tampaknya merupakan spesies endemik danau kawah terbesar dan terdalam di dunia itu. Sedangkan Corbicula leana yang juga hidup di Danau Toba adalah temuan yang terbilang baru, sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Adapun Corbicula tobae dan C. leana hidup secara simpatisan di Danau Toba dan menggunakan tipe habitat yang berbeda serta memiliki pola morfologi tertentu.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: