Press "Enter" to skip to content
Toko Pomelo di Mall Central Park (Dok. Pomelo)

Dengan Artificial Intelligence Deteksi Perilaku Belanja Online

Teknologi Artificial Intelligence (AI) sudah merambah ke mana-mana, termasuk ke platform belanja online. Salah satunya adalah Pomelo, brand fesyen yang baru saja meluncurkan toko perdana di salah satu mal di Jakarta Barat namun tetap memanfaatkan fitur online untuk menggaet konsumen.

“Pomelo menggunakan AI untuk mendeteksi demand yang ada di suatu negara dan toko Pomelo tertentu, untuk menentukan item apa saja yang paling laku serta perilaku konsumennya,” kata Frankhie, AVP General Manager Pomelo Fashion Indonesia, dalam sebuah online media briefing, di Jakarta, kemarin.

Pomelo sebetulnya bukan brand baru di Indonesia. Hadir sejak 2015 di Indonesia, Pomelo lebih dahulu berbisnis di jagad online. Indonesia bahkan termasuk 3 market terbesar di Asia Tenggara, bersama dengan Thailand dan Singapura. Pada Jumat, 4 Desember 2020 pekan lalu, Pomelo akhirnya membuka toko pertamanya di salah satu mal di Jakarta Barat.

Frankhie mengatakan, konsumen di Indonesia ternyata sangat menyukai pakaian yang trendy dan mereka bersedia browsing untuk mendapatkan pakaian yang mereka inginkan. Untuk itulah, mulai 2020 Pomelo membuka direct fullfilment center di Jakarta, untuk mendekatkan produk Pomelo kepada konsumen di Indonesia. Dengan pendirian ini, penghantaran produk menjadi lebih singkat.

“Kalau dulu butuh 10 hari, sekarang hanya 2-3 hari untuk Jabodetabek atau 5-7 hari untuk pengiriman ke Jawa,” kata Frankhie. “Direct fulfillment center ini adalah backbone dari fitur Tap.Try.Buy kami.”

Fitur Tap.Try.Buy memudahkan pelanggan untuk berbelanja ribuan pilihan pakaian yang tersedia online, mencoba langsung di toko, dan hanya perlu membayar untuk item yang mereka sukai. Pelanggan di Indonesia juga dapat menikmati fitur dalam aplikasi Pomelo lainnya seperti “in-store fesyen”, yang ini akan memudahkan pelanggan untuk: mengambil dan membayar pesanan Tap.Try.Buy. mereka langsung di toko, memesan Fitting Room, juga mendapatkan notifikasi mengenai status antrean Fitting Room tersebut.

Anders Heikenfeldt, selaku Chief Retail Officer Pomelo Fashion, mengatakan toko pertama mereka di Indonesia memperlihatkan konsep baru dalam hal desain toko dan kemampuan untuk menghadirkan service yang lebih personalized bagi para konsumennya. Dia mengatakan, rencana pembukaan toko di Indonesia sudah lama dan baru kini kesempatan itu datang. “Walau ada tantangan berupa pandemi COVID-19, kami selalu berpikir progresif dan kami rasa ada peluang pertumbuhan yang besar, terutama nanti setelah pandemi berlalu,” katanya.

Toko Pomelo sendiri menerapkan protokol kesehatan sejak dari warehouse di mana seluruh staf dicek suhu, memakai masker, menjaga jarak, dan rutin melakukan disinfektan terhadap fasilitas toko dan produk. Begitu juga di toko. Kapasitas toko dibatasi hanya 50 persen per waktu tertentu, hand sanitizer disediakan, koleksi selalu melalui proses steaming, dan ruang ganti selalu disemprot dengan disinfektan.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: