Press "Enter" to skip to content
Alat pengujian COVID-19 GeNose (dok. ristekbrin.go.id)

GeNose, Alat Tes COVID-19 dari UGM yang Lebih Murah dan Cepat

Angka kasus positif COVID-19 di Indonesia belum menunjukkan tren menurun sampai hari ini. Pemerintah pun melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah di Jawa-Bali, yang berlaku mulai Senin (11/1) kemarin hingga 25 Januari 2021. Pemberlakuan tes COVID-19 sebagai syarat bepergian menjadi salah satu ketentuan dalam pelaksanaan PPKM itu.

Ada sejumlah cara untuk melakukan tes COVID-19, tapi umumnya membutuhkan biaya yang besar. Baru-baru ini, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berhasil mengembangkan alat pendeteksi COVID-19 bernama GeNose. Guys, GeNose sudah mengantongi izin edar dan siap didistribusikan sejak akhir Desember tahun lalu.

“GeNose C19 secara resmi mendapatkan izin edar (KEMENKES RI AKD 20401022883) untuk mulai dapat pengakuan oleh regulator, yakni Kemenkes, dalam membantu penanganan Covid-19 melalui skrining cepat,” kata Ketua tim pengembang GeNose, Prof. Kuwat Triyana, dalam keterangan resmi, beberapa waktu lalu.

Proses setelah izin edar diterima adalah penyerahan GeNose C19 hasil produksi massal batch pertama yang didanai oleh BIN dan Kemenristek/BRIN, ke distributor. Batch pertama ini akan berjumlah 100 unit.

“Dengan 100 unit batch pertama yang akan dilepas, kami berharap dapat melakukan 120 tes per alat atau atau totalnya 12 ribu orang sehari. Angka 120 tes per alat itu dari estimasi bahwa setiap tes membutuhkan 3 menit termasuk pengambilan nafas sehingga satu jam dapat mentes 20 orang dan bila efektif alat bekerja selama 6 jam,” kata Kuwat lagi.

Distribusi GeNose C19 harus dilakukan di tempat-tempat yang tepat, seperti di bandara, stasiun kereta, dan tempat keramaian lainnya termasuk di rumah sakit. Untuk sementara, GeNose belum tersedia untuk keperluan pribadi.

Biaya tes dengan GeNose akan jauh lebih murah ketimbang cara lain, yaitu hanya sekitar Rp15-25 ribu. Hasil tes juga keluar sangat cepat, yakni hanya sekitar 2 menit saja. Selain itu, tak dibutuhkan reagen atau bahan kimia lainnya, di samping tentunya pengambilan tes dengan embusan nafas akan lebih nyaman ketimbang rapid tes dan swab.

GeNose telah diuji diagnostik di 8 rumah sakit, yaitu RSUP Dr Sardjito, RSPAU Hardjolukito Yogyakarta, RS Bhayangkara Tk III Polda DI Yogyakarta, RSLKC Bambanglipuro Bantul, RST Dr. Soedjono Magelang, RS Bhayangkara Tk I Raden Said Soekanto Jakarta, RS Akademik UGM, dan RSUD Dr. Saiful Anwar Malang.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: