Press "Enter" to skip to content
Foto legenda penerbang Amelia Earhart dibikin tampak hidup. (Dok. MyHeritage/Livescience)

Aplikasi Ini ‘Hidupkan’ Foto Lama Bak Sihir Harry Potter

Media sosial sedang diramaikan sebuah aplikasi baru yang menarik. Aplikasi ini bisa ‘menghidupkan’ sosok di dalam foto. Kalau kalian pernah menonton film Harry Potter pasti tahu bagaimana foto-foto di film itu tampak hidup. Bisa berkedip, menengok, dan tersenyum. Aplikasi baru ini bernama MyHeritage.

MyHeritage merupakan aplikasi yang mengandalkan engine animasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengubah foto 2D menjadi tampak hidup. Di TikTok banyak yang mengunggah video hasil aplikasi ini, umumnya foto orang yang sudah lama wafat lengkap dengan kisah mereka.

Dilansir dari Live Science, MyHeritage memperkenalkan engine animasi ini pada 25 Februari lalu. Engine itu dikembangkan oleh perusahaan teknologi bernama D-ID dan dikenal sebagai Deep Nostalgia. Bagaimana cara teknologi ini bekerja?

D-ID mendesain algoritma custom yang mengkreasikan ulang gerakan natural wajah manusia secara digital lalu menerapkan gerakan subtil itu ke foto dan memodifikasi ekspresi wajah sehingga akan tampak hidup.

Ketika AI menciptakan video, sering disebut ‘deepfake’, mereka melakukannya dengan metode generative adversarial network atau GANs. Teknik ini mempertemukan dua AI, satu untuk memproduksi konten dan yang lain memeriksa seberapa baik konten tersebut mengemulasi hal-hal yang nyata. Seiring waktu, algoritma aman mendorong kedua AI semakin baik, sampai konten asli sulit dibedakan dengan yang tak asli.

Video-video semacam itu banyak digunakan untuk tujuan yang jelek. Seperti membuat tokoh politik menyampaikan pidato palsu atau menempelkan wajah artis atau selebritas ke dalam konten pornografi.

Video yang dibuat oleh Deep Nostalgia hanya beberapa detik saja. Dan AI di dalam enginenya tidak dilatih untuk menghasilkan suara. Supaya tidak menciptakan video deepfake.

Programmer melatih GAN di Deep Nostalgia dengan sekumpulan “blueprint video”, yang masing-masing mewakili kombinasi gerakan mata, mulut, alis, pipi, dan kepala, yang berbeda-beda. AI kemudian belajar bagaimana itu semua diaplikasikan ke dalam foto dari orang yang berbeda-beda untuk menghasilkan ilusi gerakan yang realistik di foto. Tiap foto akan menghasilkan gestur wajah yang berbeda tergantung pada postur dan orientasi subyek foto.

Hasil tiap animasi juga beragam tergantung kualitas foto dan bagaimana sosok dalam foto berpose. Ilusi ini akan semakin kelihatan beneran atau efektif kalau subyek fotonya menghadap depan. Hasilnya juga bakalan terlihat kurang mirip kalau algoritma AI terpaksa harus menciptakan informasi digital dari unsur penting yang hilang dari foto, seperti gigi atau telinga.

Deep Nostalgia juga akan kesulitan untuk menggabungkan aksesoris seperti topi dan kacamata, yang dapat ‘mengganggu’ bagian wajah atau kepala.

Tertarik mencoba aplikasi ini? Yuk kunjungi link ini.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: