Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi kecerdasan buatan (dok. Gerd Altmann/Pixabay)

Kalau Bisnis Mau Untung, Gunakan Teknologi Ngetren Ini

Pandemi telah menghambat kegiatan operasional banyak perusahaan. Tapi tahukah kamu, hambatan ini rupanya justru bisa mengakselerasi tren-tren teknologi yang lagi naik daun macam e-commerce dan automasi. Jadi, kalau mau survive, perusahaan mesti mampu mengintegrasikan solusi-solusi teknologi terbaru itu demi meraih sukses dan profit.

Baru-baru ini Zebra merilis tren-tren teknologi untuk enterprise pada tahun 2021. Apa saja?

Computer and Machine Vision
Teknologi computer vision dan machine vision dapat menciptakan solusi-solusi yang secara visual dapat menafsirkan dan memahami dunia secara lebih luas dan lebih dinamis. Computer vision memiliki kemampuan melakukan pengenalan (recognition) yang mampu menyaingi kemampuan manusia. Dengan demikian, pengguna dapat mengetahui status inventori dengan lebih baik dan mempercepat proses check out di tempat transaksi. Machine vision adalah bagian dari computer vision. Teknologi ini menggunakan teknik visual untuk berfokus pada inspection analysis dan pendeteksian anomali. Dengan berbagai kemampuan untuk menangkap, memroses, menginterpretasikan, dan mengarahkan tindakan, computer and machine vision dapat membantu memecahkan masalah-masalah mendesak yang sebelumnya dibebankan kepada para pekerja.

Automasi Pintar (Intelligent Automation) termasuk Artificial Intelligence (AI) dan Robotik
Automasi pintar atau Intelligent automation difasilitasi oleh asisten virtual seperti Alexa dan Siri. Penggunaan teknologi machine learning semacam ini oleh perusahaan akan memperbaiki alur kerja, delivery, dan consumer experience. Selain itu, AI dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam merekomendasikan tindakan korektif jika ada masalah. AI serta robotik juga akan mendorong agar automasi pintar dapat menjadi bagian dari tren Internet of Things (IoT) dan Industry 4.0.

Automasi Retail dan Gudang (Retail and Warehouse Automation)
Pergeseran ke belanja online mengalami lonjakan yang sangat masif pada tahun 2020, sehingga mendongkrak pertumbuhan e-commerce. Tahun 2020 menjadi titik balik bagi sektor e-commerce. Tren ini telah membuat konsumen berpindah ke perdagangan online tiga tahun lebih cepat dan memaksa peritel untuk segera beradaptasi. Di sisi warehouse dan supply chain, keberadaan automasi fisik, RFID, dan teknologi sensor suhu – yang dikombinasikan dengan peningkatan penggunaan robotik seperti cobot yang berinteraksi dan berkolaborasi dengan manusia – dapat membantu fulfillment center meningkatkan operasional e-commerce mereka.

Data and Prescriptive Analytics
Data adalah aset yang tak ternilai dan kekuatannya hanya bisa diwujudkan jika dilakukan pada waktu yang tepat, kepada orang yang tepat, untuk mendorong outcome yang lebih baik. Menerapkan solusi prescriptive analytics dengan cara menyerap data real-time akan meningkatkan kinerja dan menghasilkan tindakan yang efektif. Perusahaan-perusahaan yang menerapkan analitik seringkali beroperasi dan dioptimalkan dengan mengandalkan data historis. Hal ini akan menghadirkan tantangan tersendiri ketika muncul aliran-aliran data baru dan dimasukkan ke dalam model prediktif untuk mendorong tindakan dan hasil yang real-time.

“Untuk meraih leadership di industri pada 2021 dan tahun-tahun berikutnya, perusahaan-perusahaan di Indonesia perlu memiliki teknologi yang tepat dalam membantu mereka meraih efisiensi operasional dan hasil bisnis yang lebih baik,” kata Tracy Yeo, Country Lead for Indonesia, Zebra Technologies Asia Pacific.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: