Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi media (dok. Gerd Altmann/Pixabay)

Ini Dia Lanskap Terbaru Media di Indonesia

Sejak reformasi tahun 1998, jumlah media massa di Indonesia melonjak luar biasa. Kalau di era Orde Baru hanya ada 289 media cetak, enam stasiun televisi, dan 740 radio, setahun setelah itu jumlah media sudah naik enam kali lipat. Kini jumlahnya sudah mencapai 47.000 media, dari media online, cetak, televisi, dan radio. Lantas media mana yang masuk Top 30?

Dable, platform content discovery, telah merilis laporan bertajuk ‘Digital Media Landscape 2021’ yang menyajikan lanskap media online dan perilaku mengonsumsi konten di Indonesia. Data mereka antara lain dipasok dari Comscore, Alexa, dan Red Volcano (perusahaan analisis data global). Selain itu, perilaku konsumsi media dianalisa dari data 200 partner media di Indonesia.

Di antara Top 30 Media di Indonesia, Okezone.com berada di ranking pertama, diikuti oleh Tribunnews and Kompas.com, yang berada di ranking kedua dan ketiga. Detik.com dan Grid.id juga berada di dalam daftar ‘Top 30 Media’ itu.

Sebanyak 10 kelompok media terbesar di Indonesia juga antara lain Kompas Gramedia, KapanLagi Youniverse, Detik Network, MNC Media Group, GVM Network, IDN Network, Pikiran Rakyat Media Network, Tempo Media Group, VIVA, and Arkadia Digital Media. Di bawah tiap kelompok media juga tercantum media lain yang berada di bawah satu payung.

Outlet media juga dikategorisasikan menjadi General news, Sports, Entertainment, Business/Finance, Gaming/Tech/Digital, Parenting, Health, Community, Food/Travel, Fashion/Lifestyle dan Otomotif, yang secara intuitif sangat memahami industri media di Indonesia.

Dable merilis data perilaku konsumsi konten berdasarkan pada gender, usia, dan perangkat yang dimiliki pengguna 50,4 persen laki-laki dan 49,6 persen perempuan. Distribusi berdasarkan usia menunjukkan bahwa pengguna berusia 25 sampai 34 tahun berada di urutan teratas dalam hal tingkat konsumsi konten yaitu 35 persen, disusul oleh pengguna berusia 18 sampai 24 tahun dengan tingkat konsumsi konten 28,6%. Menariknya, secara khusus perempuan berusia 18 sampai 24 tahun dan 25 tahun sampai 34 tahun berada di ranking pertama dan kedua dalam hal konsumsi konten.

Terkait perangkat yang digunakan, sebanyak 71,81% mengonsumsi konten secara mobile dan 26,64% melalui PC. Peramban (Browser) yang paling banyak digunakan adalah Google Chrome, baik di PC 75,75% dan mobile 95,70%. Juga, sistem operasi (OS) yang paling banyak digunakan adalah Windows 92,51% untuk PC dan Android 96,09% untuk mobile, keduanya berada di ranking pertama.

“Terjadinya pandemi secara luar biasa telah mengubah perilaku pengguna dalam mengonsumsi konten. Konsumsi konten secara online telah meningkat secara signifikan dan kebanyakan konten yang dikonsumsi oleh pengguna juga berubah. Dan ini semua menyajikan peluang baru bagi industri media,” kata Hoyoung Lee, General Manager di Dable, dalam keterangan resminya.

“Kami berharap, lanskap ini akan menolong para marketer digital untuk memahami transformasi di lanskap media serta perilaku mengonsumsi konten, serta merencanakan berbagai strategi untuk lingkungan new media. Dable akan terus menyediakan berbagai informasi yang bermanfaat di masa depan.”

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: