Press "Enter" to skip to content
Temasek Shophouse Conversation

Kolaborasi dan Serendipity, Menjawab Tantangan Perubahan Iklim

Setelah seri pertama digelar pada Januari 2021, seri kedua Temasek Shophouse Conversations yang berfokus menjawab tantangan perubahan iklim digelar secara virtual kemarin. Mempertemukan para pemimpin publik, sektor swasta, dan komunitas, seri kedua yang menampilkan dua sesi diskusi panel ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Siti Nurbaya Bakar mengatakan climate actions Indonesia ditujukan untuk memperluas adaptasi iklim dan tindakan mitigasi secara bersamaan dan berimbang untuk mencapai ketahanan terhadap perubahan iklim. “Saya juga melihat manfaat pendekatan kolaboratif bersama kementerian-kementerian lain, pemerintah daerah dan entitas-entitas lokal, serta kolaborasi dengan berbagai mitra pembanguan internasional, yang semuanya terkait tantangan untuk mendorong pengelolaan hutan yang berkelanjutan,” ujar dia.

Lebih lanjut Menteri Siti mengatakan periode 2015-2020 merupakan perubahan yang fundamental bagi lingkungan hidup Indonesia. Pada periode itu, deforestasi dan kebakaran hutan berkurang secara signifikan dan rehabilitasi hutan termasuk restorasi tanah gambut dan mangrove dilakukan secara intensif melalui pendekatan kolaboratif baru yang mensinergikan pemerintah, sektor swasta dan masyarakat.

Kebakaran hutan dan lahan berkurang signifikan, dari 2.611.411 hektare pada 2015 menjadi 296.492 hektare pada 2020. Penurunan kasus kebakaran hutan dan lahan memberi jalan untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan melalui produksi kebutuhan pokok serta pengelolaan tanah gambut yang berkelanjutan. Konservasi tanah gambut adalah isu strategis karena keunikan kubah tanah gambut sebagai reservoir air raksasa dan kekayaan keanekaragaman hayati.

Upaya konservasi hutan mangrove hingga saat ini dirintis oleh masyarakat di wilayah pantai dengan dukungan pemerintah dan organisasi-organisasi mayarakat sipil. Upaya-upaya rintisan ini akan ditingkatkan dan diperkuat. Untuk itu, dibentuk Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dengan tujun menangani konservasi dan memanfaatkan gambut serta mengrove melalui upaya perlindungan dan rehabilitasi dalam sektor-sektor prioritas.

Indonesia juga telah mengurangi emisi CO2 secara signifikan, yang mengarah pada Green Climate Fund (GCF), the Norwegian Government, the Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) dan Bio Carbon Fund untuk menciptakan Pembayaran Berbasis Hasil di Indonesia. Pembayaran ini dilakukan sesuai dengan skema Redd+, yang membawa keberhasilan dalam mengurangi deforestasi.

Sementara itu CEO Temasek Foundation Ng Boon Heong mengatakan berbagai diskusi dan pembicaraan di Temasek Shophouse Conversations ini diharapkan dapat memicu aksi untuk mengatasi tantangan sosial dan lingkungan hidup, baik di kawasan maupun global. “Banyak yang bisa kita lakukan, baik sebagai individual, kelompok, melalui platform korporat,” katanya.

Boon Heong menuturkan, selama bertahun-tahun, Temasek Foundation mendukung ide-ide dan inovasi-inovasi yang memperbaiki kelayakan hidup dan keberlanjutan serta menjadi mitra dalam membangun ekosistem kolaboratif. Kolaborasi yang terpenting saat ini adalah dengan alam. “Untuk melengkapi solusi-solusi deep-tech sustainability yang kami danai, Temasek Foundation akan menjajaki kesempatan-kesempatan baru dalam solusi-solusi berbasis alam,” ujar dia.

Pentingnya kolaborasi juga dicetuskan tokoh muda Melati Wijsen, pendiri YOUTHOPIA dan Bye Bye Plastic Bags ini. Melati dan YOUTHOPIA selama ini dikenal serius mengkampanyekan pelarangan penggunaan plastik, seperti untuk kantung belanja, sedotan, styrofoam, dan sebagainya.

Kolaborasi, ujar Melati, adalah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah lingkungan. “Mereka bilang, kalau kamu ingin cepat, pergilah sendiri, kalau kamu ingin pergi lebih jauh, pergilah dengan banyak orang,” ucapnya.

YOUTHOPIA adalah proyek terbaru Melati yang didirikan untuk memberdayakan ekosistem di mana mereka mengajak anak-anak muda yang mau menjadi agen perubahan di seluruh dunia yang berfokus pada 17 Sustainable Development Goals. Menurut Melati, setiap orang, setiap generasi, bisa menjadi agen perubahan.

Acara ini juga menandai peluncuran buku memoir Steering a Middle Course: From Activist to Secretary General of Golkar karya Sarwono Kusumaatmadja, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

Buku yang diterjemahkan dan diterbitkan oleh ISEAS Publishing ini menggali kehidupan Sarwono dari masa mudanya sebagai aktivis, hingga saat beliau memasuki dunia politik. Salah satu pencapaiannya yang fenomenal adalah saat dipilih menjadi orang sipil pertama yang menduduki jabatan Sekretaris Jenderal Partai Golkar pada zaman Orde Baru.

“Buku ini membantu kita untuk memahami pengalaman-pengalaman yang membentuk kebijakan dan keberanian beliau. Saya harap buku dan diskusi panel ini bisa menginspirasi semua orang, khususnya para pemimpin muda kita,” tutur Heong.

Sementara Menteri Siti mengatakan buku itu diharapkan dapat memberi konteks dalam memahami disposisi kepemimpinan kepada kaum muda melalui pengalaman Sarwono. “Saat saya baru memulai karier sebagai PNS dan aktivis muda dari Provinsi Lampung di Sumatera dulu, kami sangat terkesan dengan kemampuan beliau dalam menganalisa dan menjelaskan kompleksitas politik dengan bahasa yang jelas dan sederhana, diselingi banyolan ‘garing’ namun cerdas. Memoir ini membawa pesan-pesan penting, seperti nilai-nilai etika, inklusivitas, peduli terhadap orang lain, tekad yang kuat, rasa ingin tahu, keberania mengambil risiko dan mengelola risiko menjadi peluang,” ujar Menteri Siti.

Sarwono sendiri mengatakan pengalamannya sebagai politikus mengajarkan pentingnya komunikasi dan membangun jaringan serta kepercayaan. “Pelajaran hidup yang bisa diteruskan kepada generasi mendatang adalah sangat penting bagi generasi mana pun untuk berpegang teguh pada nilai-nilai dan hasilnya adalah integritas. Pelajaran kedua, hidup kadang penuh kejutan, tapi itulah serendipity.”

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: