Press "Enter" to skip to content
Jenis-jenis ikan anglerfish (dok. commons.wikimedia.org)

Anglerfish, Si Ikan ‘Iblis’ dari Laut Dalam

Wujudnya membuat ikan ini mendapat julukan: ikan iblis atau monster. Betapa tidak. Bentuknya menakutkan dengan gigi-gigi tajam, antena bercahaya di kepala dan perilakunya yang aneh. Dialah anglerfish, ikan laut dalam yang ciri dan perilakunya unik dan menarik.

Dilansir dari Live Science, ikan ini pertama kali ditemukan pada 1833, terdampar di Greenland dan kemudian diteliti oleh ahli zoologi Johannes Christopher Hagemann Reinhardt di Copenhagen, Denmark. Ikan itu kelak diberi nama Himantolophus groenlandicus atau si ‘pemakan manusia’. Sejatinya sih ikan ini tidak memakan manusia. Tapi bentuknya memang menakutkan. Ikan yang ditemukan di Greenland ini adalah anglerfish pertama yang dikenal sains.

Sampai sekarang sudah ditemukan 170 spesies dari 12 familia anglerfish. Julukannya macam-macam: ‘setan laut bergigi tajam’, ‘perangkap serigala’, atau ‘pemimpi garang’, dan sebagainya. Bentuknya berbeda-beda. Ada yang seperti jongkok membulat (Melanocetus johnsonii), atau yang datar dan bermoncong besar (Thaumatichthys binghami) atau ditutupi filamen kumis (Caulophryne jordani).

Anglerfish atau ‘ikan pemancing’ mendapat nama dari bentuk ‘pancingan’ di kepalanya yang disebut esca. Di ujungnya bisa mengeluarkan cahaya sendiri yang gunanya menarik mangsa, seperti ikan atau krustasea. Pemburu menakutkan diam-diam mengintai di kedalaman laut yang gelap lalu menyergap mangsanya dengan cepat. Mulutnya adalah bagian terbesar dari seluruh tubuhnya. Strategi ini menjelaskan mengapa tubuh ikan ini terlihat tambun, membulat, dan bukan perenang cepat.

Walau wujudnya menakutkan, tak usah khawatir. Ikan ini bukan pemakan manusia. Ukurannya pun relatif kecil, walau ia bisa tumbuh sampai 1,2 meter panjangnya, tapi rata-rata panjang ikan ini adalah 16cm saja. Ia menjelajahi lautan dalam sedalam 800 meter, di mana cahaya matahari tak bisa menjangkau. Namun esca di kepala ikan ini punya ‘lampu’ berkat keberadaan bakteria yang mengeluarkan cahaya.

Dari mana asalnya bakteria bercahaya di ujung esca? Masih menjadi misteri. Bakteri di esca ini tak pernah ditemukan hidup terpisah. Jadi kecil kemungkinan anglerfish ditempeli bakteri bercahaya yang hidup di sekitarnya. Kemungkinan, bakteri itu tumbuh seiring pertumbuhan anglerfish. Masih perlu diteliti lebih lanjut.

Gigi-giginya juga unik. Tak hanya banyak dan tajam-tajam, beberapa giginya malah bisa dilipat ke dalam. Jadi, ketika mangsa masuk, mereka akan sulit keluar ketika gigi yang dilipat naik dan memerangkap mereka.

Lalu cara bereproduksinya pun aneh. Di dunia anglerfish, pejantan adalah parasit bagi betina. Ukuran jantan 10 kali lebih kecil dari yang betina dan fungsi mereka satu-satunya adalah untuk bereproduksi. Mereka punya organ khusus untuk mencari betina dan kalau ketemu, organ ini akan menempel dan seperti ditransplantasikan ke tubuh si betina. Jantan akan sangat bergantung pada betina untuk makanan. Sistem peredaran darah mereka akan menyatu melalui organ tadi. Satu betina bisa ditempeli sampai 12 pejantan.

Si jantan-jantan ini tak ubahnya ‘testis hidup’ mereka membuahi si betina sekaligus menjadi parasit di tubuh sang betina.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: