Press "Enter" to skip to content
Jejak-jejak kekaisaran Romawi (dok. Clarence Alford/Pixabay)

Benarkah Bahasa Latin sudah Punah

Bahasa Latin dulu menjadi bahasa yang sangat populer pada saat kekuasaan Kekaisaran Romawi. Tapi boleh dikatakan nyaris tak ada bangsa yang menggunakan bahasa ini dalam berkomunikasi sehari-hari. Jadi, benarkah bahasa Latin punah menyusul runtuhnya Romawi?

Dilansir dari Live Science, Romawi pernah menjadi penguasa banyak kawasan di dunia. Tapi seiring waktu, kekaisaran ini runtuh. Tetapi bahasa Latin masih terus menjadi lingua franca di banyak kawasan di Eropa sampai ratusan tahun setelah keruntuhan tersebut.

Jadi, kalau sekarang hampir tak ada lagi yang menggunakan bahasa Latin, tak diketahui pasti kapan tepatnya bahasa ini mati. Atau, jangan-jangan sebenarnya bahasa Latin tidak benar-benar punah?

Vatikan masih menggunakan bahasa Latin dalam misa. Namun secara virtual tidak ada seorang pun di Italia yang menggunakan Latin dalam bahasa sehari-hari. Tapi ini bukan berarti bahwa bahasa Latin mati, kata Tim Pulju, pengajar senior di Dartmouth College di New Hampshire. “Latin tidak benar-benar stop diucapkan,” katanya. “Bahasa ini masih diucapkan di Italia, Gaul, Spanyol, dan beberapa tempat, tapi sebagaimana bahasa lainnya di dunia, bahasa ini juga berubah seiring waktu.”

Perubahan bahasa Latin di beberapa wilayah yang dulu menjadi bagian dari Kekaisaran Romawi kuno, yaitu terciptanya bahasa yang sama sekali baru tapi terkait erat dengan bahasa Latin. “Mereka berkembang secara bertahap selama berabad-abad, sehingga akhirnya bahasa Latin berkembang menjadi berbagai bahasa yang berbeda satu sama lain, dan juga berbeda dari bahasa Latin klasik,” kata Pulju.

Bahasa-bahasa baru itulah yang sekarang kita sebut sebagai bahasa Roman, yang meliputi Prancis, Italia, Portugis, Rumania, dan Spanyol.

Evolusi linguistik seperti itu terjadi pada setiap bahasa. Ambil contoh bahasa Inggris, misalnya. “Bahasa Inggris telah digunakan di Inggris selama lebih dari satu milenium, tetapi telah berubah dari waktu ke waktu, Anda bisa membandingkan bahasa Inggris masa kini dengan bahasa Inggris masa Elizabeth, seperti yang terlihat di Shakespeare,” kata Pulju.

“Bahasa Inggris era Elizabeth, dari sekitar empat abad yang lalu, sebagian besar masih dapat dipahami oleh kita, tetapi bahasa Inggris Chaucer, yang berasal dari abad ke-14, jauh lebih sedikit yang paham. Dan bahasa Inggris ‘Beowulf,’ dari sekitar tahun 1000, sangat berbeda dari bahasa Inggris modern dan tidak dapat dipahami oleh kita pada hari ini.” Tetapi tidak ada yang akan mengatakan bahasa Inggris punah, yang ada adalah bahasa Inggris berubah secara bertahap dalam jangka waktu yang lama.

Satu-satunya perbedaan antara bahasa Inggris dan Latin adalah bahwa bahasa Inggris kuno berkembang menjadi bahasa Inggris modern, sedangkan bahasa Latin klasik mendiversifikasi dan memunculkan sejumlah bahasa yang berbeda. Itu sebabnya orang cenderung berpikir, mungkin secara keliru, bahasa Latin sebagai bahasa yang punah.

Bahasa bisa punah ketika penggunanya mati semua, atau seiring waktu bahasa pertama mereka berganti sehingga tidak ada seorang pun yang menggunakan bahasa itu lagi. Contohnya adalah bahasa Etruscan, yang dulu diucapkan oleh orang-orang di Tuscany modern sekarang di Italia. Setelah Romawi menguasai Etruria, generasi orang Etruscans masih menggunakan bahasa Etruscan selama beberapa ratus tahun, tapi beberapa orang Etruscans secara natural belajar Latin sebagai bahasa kedua lalu lahirlah anak-anak yang tumbuh bilingual dalam bahasa Etruscan dan Latin. Dan seiring waktu, sedikit demi sedikit makin habis orang yang menggunakan bahasa Etruscan.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: