Press "Enter" to skip to content
Komodo (Dok. Simon Bardet/Pixabay)

Polemik Proyek Pembangunan di Habitat Komodo

Pembangunan fasilitas turis di Resort Loh Buaya, di Pulau Rinca, yang termasuk dalam kawasan Taman Nasional Komodo menimbulkan polemik. Proyek yang disebut-sebut membangun fasilitas wisata ‘premium’ ini mendapat peringatan dari UNESCO karena dianggap dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.

Kepada konferensi World Heritage Committee, bulan lalu, UNESCO menyatakan proyek infrastruktur di Pulau Rinca tersebut perlu dianalisis kembali dampaknya terhadap lingkungan karena dianggap menimbulkan risiko illegal fishing dan risiko kerusakan habitat komodo.

Namun pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bergeming. “Proyek itu akan dilanjutkan karena tidak ada dampaknya (terhadap lingkungan),” kata Wiratno dari Kementerian LKH, seperti dilansir kantor berita Reuters.

Wiratno mengatakan proyek itu merupakan proyek renovasi terhadap struktur yang sudah ada sebelumnya dan tidak membahayakan populasi komodo.

Walau begitu, Rima Melani Bilaut dari WALHI, mengatakan proyek itu dapat berdampak pada masyarakat lokal dan mengganggu komodo. “Kami mendesak pemerintah membangun turisme berdasarkan masyarakat sebab ada orang yang tinggal di sana,” katanya.

Baru-baru ini Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pihaknya tengah merevisi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan akan segera mengirimnya ke UNESCO. Lembaga itu, kata Sandiaga, sudah memberikan batasan waktu terkait revisi penyusunan Amdal dan dokumen pendukung sampai 1 Februari 2022. “Jadi jangan khawatir, kita utamakan keberlanjutan lingkungan dan konservasi di sini,” ujar dia.

Indonesia sendiri merupakan rumah bagi sekitar 3.100 ekor komodo (Varanus komodoensis) yang tersebar di Pulau Rinca, Pulau Komodo, Flores, dan Gili Motang, yang termasuk ke dalam Taman Nasional Komodo seluas total 1.733 km persegi yang didirikan pada 1980 untuk melindungi Komodo. Pada 1991 taman nasional ini dideklarasikan sebagai World Heritage Site atau Situs Warisan Dunia dari UNESCO.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: