Press "Enter" to skip to content
Pemandangan Kota Paris di waktu malam (Foto: Walkerssk/Pixabay)

Yuk Binge Watching Sambil Jalan-Jalan Virtual

Tahukah kamu istilah binge watching? Ini adalah istilah yang dipopulerkan sejak 2013 ketika Netflix menayangkan sebuah serial yang bisa ditonton secara maraton tanpa perlu menekan remote control. Kini istilah ini merujuk pada kegiatan menonton serial atau film secara maraton, baik melalui streaming di layanan Video on Demand atau DVD.

Nah, seiring pembatasan sosial yang tiada habis ini, kerinduan orang untuk bepergian semakin panas. Tapi karena belum boleh ke mana-mana dan destinasi wisata juga masih ditutup, kamu bisa kok sedikit melipur lara dengan melakukan binge watching film-film yang akan mengantarmu ke tempat-tempat keren di seluruh dunia.

Menurut survei yang dilakukan Agoda, 78% orang Indonesia sudah siap berwisata kembali setelah pandemi berakhir. Tujuh dari sepuluh destinasi impian yang paling sering dicari selama tahun 2020 memang masih didominasi destinasi domestik. Namun, keinginan wisatawan Indonesia untuk bepergian ke luar negeri mulai meningkat.

Sebelum perjalanan wisata terbuka bebas kembali, yuk nonton dulu saja. Ini beberapa film menarik yang direkomendasikan oleh Agoda:

Crash Landing on You (2019-2020)

Mencari kisah romantis dan petualangan dengan seting lokasi menakjubkan? Serial Korea yang terkenal ini punya semuanya. Crash Landing on You adalah kisah Romeo dan Juliet zaman modern dengan sentuhan khas Korea. Bermula dari kecelakaan paralayang, pewaris kaya Yoon Se-ri menemukan dirinya di Zona Demiliterisasi Korea Utara. Dia ditemukan oleh Ri Jeong-hyuk, seorang perwira tentara Korea Utara yang memutuskan untuk membantunya bersembunyi dan kembali ke Korea Selatan. Walaupun ada ketegangan politik di antara kedua negara, kedua orang ini saling mengenal dan jatuh cinta.

Selain jalan ceritanya yang adiktif serta akting pemainnya yang kuat, sebagian besar daya tarik drama Korea ini terletak pada pemilihan lokasi yang sangat indah untuk menambah faktor romansanya. Adegan pembuka cerita ikonik yang menampilkan Yoon Se-ri mendarat alias crash landing diambil di hutan indah Taman Nasional Hallasan di Pulau Jeju. Pemandangan klasik lain diambil di Hatan River Sky Bridge, jembatan gantung Panjang di Pocheon, Korea Selatan yang menghadap pegunungan serta hutan yang dramatis.

Serial ini tidak hanya menampilkan pemandangan dan suasana Korea, namun juga menawarkan sekilas lokasi wisata di Swiss yang menggoda. Ini termasuk kota kosmopolitan Zurich dengan jalan-jalannya yang sudah ada sejak sebelum jaman pertengahan, bangunan bersejarah, pegunungan Alpen Swiss yang megah dan Danau Lungern yang menawan.

Susah Sinyal (2017)

Film ini mengisahkan tentang Ellen, seorang ibu tunggal dan pengacara sibuk, dengan anak remaja perempuannya, Kiara yang hubungannya kurang baik. Kiara lebih dekat dengan neneknya yang dipanggil Oma. Kepergian Oma yang tiba-tiba membuat Kiara merasa sendiri dan sangat kesepian. Ellen berusaha untuk mengisi kekosongan itu, namun hal itu ternyata tidak mudah. Untuk mengurangi jarak di antara mereka, Ellen memutuskan untuk membawa anaknya berlibur ke lokasi eksotik nan cantik di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Sayangnya, tempat mereka berlibur tidak memiliki sinyal internet yang baik. Ellen tidak bisa bekerja, dan Kiara tidak bisa online. Ini adalah situasi yang tidak nyaman untuk ibu dan anak tersebut. Namun dengan segala argumen dan perbedaan pendapat, sinyal internet yang terbatas tersebut ternyata malah bisa memperbaiki hubungan mereka.

Sambil menikmati film drama komedi besutan Ernest Prakasa, penonton juga diajak melihat keindahan alam di Sumba Timur. Mulai dari Pantai Puru Kambera dengan pasir putih dan pohon cemaranya yang rindang, Bukit Tenau nan hijau yang membuat Anda seakan berada di negeri dongeng, Air Terjun Tanggedu yang dikelilingi perbukitan cantik seperti Grand Canyon National Park di Amerika, hingga Pantai Walaikiri dengan pohon-phon bakau kerdil yang tampak eksotis saat matahari terbenam.

Crazy Rich Asians (2018)

Film box office ini sempat membawa mata dunia ke Asia. Dengan latar social elite Singapura, perjalanan komikal ini mengangkat kisah hubungan anak seorang pengungsi Taiwan dengan anak lelaki keluarga kaya raya di Singapura. Didukung pemain papan atas seperti Constance Wu, Henry Golding, Michelle Yeoh dan Awkwafina yang sukses mencuri perhatian penonton, film ini mengisahkan ikatan yang menyatukan keluarga di Singapura dan sekitarnya.

Rachel yang baru saja bertunangan terbang dengan pesawat jet ke Singapura untuk menemui calon mertuanya. Cerita menjadi menarik saat terungkap latar belakang keluarga sang pacar, Nick, yang ternyata super kaya dengan gaya hidup budaya Asia yang tak pernah dibayangkan sebelumnya. Di sinilah petualangan Rachel dalam menjelajahi kehidupan glamor kaum jetset Asia dimulai.

Rachel yang awalnya sederhana, menjadi orang asing di pesta mewah, hingga gaya hidup dan fesyennya yang akhirnya memukau orang-orang ternama di Singapura. Kisah seseorang yang masuk ke lingkungan yang sangat berbeda ini terdengar seperti kisah nyata bagi banyak orang, dan cerita komedi ini berhasil menghibur dunia saat dirilis.

Kamu bakal mengenali beberapa destinasi terkenal Singapura di beberapa scene film ini. Mulai dari Raffles Hotel yang ikonik, pusat kuliner Newton Food Center yang populer, hingga hutan buatan Supertree Grove yang mengesankan, semuanya berada di bawah bayangan Marina Bay Sands yang menakjubkan. Semua yang terbaik dari Singapura ditunjukkan dalam Crazy Rich Asians.

Trinity, The Nekad Traveler (2017)

Meskipun travel bucket list kamu saat ini sulit diwujudkan, film Trinity, The Nekad Traveler, mungkin bisa menjadi penyemangatmu untuk bepergian lagi setelah pandemi berakhir.

Film ini mengisahkan Trinity, wanita karier yang punya hobi melancong dan terobsesi memenuhi bucket list perjalanannya. Namun sebagai pekerja kantoran, ia harus pintar-pintar merayu bos dan mengatur cuti agar bisa melakukan perjalanan jauh.

Mengambil lokasi syuting di tiga negara yaitu Maladewa, Filipina serta Indonesia, film ini sukses menularkan virus ingin jalan-jalan. Dari menikmati eksotisme pantai-pantai di NTT, jalan-jalan di antara perbukitan karst Rammang-Rammang di Sulawesi, mengeksplorasi benteng Baluarte de San Diego di Intramuros, Manila, hingga menikmati kemewahan resor mewah di Maldives.

Dikemas secara fun dengan bumbu percintaan, persahabatan, dan rasa cinta tanah air, film ini dapat menginspirasi Anda untuk merancang perjalanan selanjutnya. Apalagi berbagai tips dan trik liburan diselipkan dalam film, mulai dari cara mencari tiket murah hingga panduan menikmati kuliner di berbagai tempat. Seperti menu legendaris Coto Makassar di Aroma Coto Gagak, Sulawesi hingga hidangan Filipina-Spanyol di Casa Roces, restoran favorit Presiden Aquino.

Nomadland (2020)

Menyabet tiga Oscar di ajang penghargaan Academy Awards tahun ini, Nomadland bukanlah film perjalanan biasa. Film ini bercerita mengenai Fern, perempuan berusia 61 tahun dan kehidupannya sebagai nomad atau pengembara jaman modern, ketika dia mengembara di Amerika bagian barat untuk mencari pekerjaan.

Terinspirasi oleh buku non fiksi berjudul sama, Nomadland menggambarkan dunia warga Amerika lanjut usia yang hidup sebagai transien setelah resesi tahun 2008. Mereka pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk melakukan pekerjaan musiman apapun yang bisa mereka temukan.

Saat kita bepergian bersama Fern, dengan rumahnya yang merupakan camper van, kita akan melihat indahnya pemandangan alam di lima negara bagian Amerika. Beberapa lokasi yang menonjol antara lain formasi batu besar di Badlands National Park di Dakota Selatan, yang menampilkan berbagai ngarai yang dalam dan menara yang dramatis. Kamu juga bisa melihat kecintaan Fern terhadap pohon redwood, yang disebut sebagai salah satu benda hidup tertinggi di dunia, saat dia menjelajahi hutan redwood (Tentang pohon redwood yang misterius ini, kamu bisa baca artikel ini) rimbun di wilayah pantai California. Jika kamu suka dengan kebebasan ruang terbuka, Nomadland juga menampilkan potret wild west yang sebenarnya.

Emily In Paris (2020)

Kamu sedang mengawali karier, dan bermimpi memiliki pekerjaan yang bisa membawamu keliling dunia atau memberikan kamu kesempatan untuk tinggal di negara asing? Manjakan fantasi keliling dunia dengan serial komedi Emily in Paris. Karakter Emily adalah marketing eksekutif berusia 20 tahunan dari Chicago yang mendapatkan pekerjaan di Paris. Dia harus beradaptasi dengan hidup di kota baru. Dia tidak bisa berbicara Perancis, merasa tidak siap dengan tanggung jawab kerja barunya dan tidak tahu apapun mengenai budaya setempat, namun Emily berusaha sekuat tenaga untuk beradaptasi.

Emily In Paris menawarkan pemandangan hebat kota Paris dan memberikan kamu tur sederhana ke banyak spot ikonik di kota ini, seperti Palais Garnier, rumah opera besar abad 19, Pont Alexandre III mewah yang membentang sepanjang sungai Siene; dan Rue de l’Abreuvoir yang disebut-sebut sebagai “jalan paling cantik di Paris” karena dihiasi dengan tanaman yang merambat dan arsitekturnya yang unik. Serial ini juga menyoroti pemandangan yang lebih kontemporer; dalam satu episode, Emily mengunjungi pameran lukisan Van Gogh di L’Atelier des Lumières, museum seni digital yang mengubah karya seni menjadi pengalaman multimedia yang imersif.

Inti dari serial ini adalah cara Emily menemukan pijakannya di lingkungan baru, sesuatu yang akan jadi hal yang biasa (dan menginspirasi) setiap anak muda yang ingin menemukan jalan hidupnya di dunia.

Bagaimana? Semoga kerinduanmu jalan-jalan bisa agak terpuaskan ya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: