Press "Enter" to skip to content
harimau sumatera (kaz/pixabay)

Kenapa Kucing Rumah Tidak Bisa Mengaum

Walau sama-sama kucing, kucing rumahan memiliki perbedaan yang sangat kentara dengan keluarga raja hutan seperti harimau dan singa. Selain bentuk fisiknya, perbedaan utama antara kucing rumah dan para raja hutan terletak pada vokalisasi mereka.

Kebanyakan kucing besar, seperti singa dan harimau, dapat mengaum keras untuk mengumumkan kehadiran mereka dan mempertahankan wilayah mereka. Tetapi kucing rumahan hanya mengeong dan mendengkur (purring) yang jauh dari kesan ganas.

Jadi, mengapa kucing rumahan tidak bisa mengaum?

Ternyata ini ada hubungannya dengan fisiologi kotak suara dan tenggorokan kucing, yang membantu menciptakan vokalisasi mereka. “Karena cara mengaum dan mendengkur, suara-suara itu eksklusif pada spesies tertentu, setiap spesies kucing tertentu dapat mengaum atau mendengkur, tetapi tidak keduanya,” kata John Wible, kurator mamalia di Museum Sejarah Alam Carnegie di Pittsburgh, seperti dilansir Live Science.

Baca: Harimau Sumatera yang Berada di Ambang Kepunahan

Mendengkur (purring) adalah suara yang unik karena dibuat saat kucing menarik napas dan saat menghembuskan napas. Vokalisasi tampaknya telah berkembang pertama kali pada kucing dan tersebar luas di keluarga Felidae, kata Wible. Kucing yang mendengkur antara lain kucing rumah, kucing hutan, ocelot, lynx, cougar dan cheetah.

“Mengaum jauh lebih jarang di antara kucing dan berkembang dalam garis keturunan tertentu dari kucing besar,” kata Wible kepada Live Science melalui email. Kucing-kucing besar ini membentuk genus Panthera, yang meliputi singa, harimau, jaguar, dan macan tutul. Satu pengecualian di sini adalah macan tutul salju, yang mungkin telah kehilangan kemampuannya untuk mengaum.

Seperti pada manusia, suara yang dikeluarkan kucing berasal dari kotak suaranya, yang disebut laring. Perbedaan antara kucing mendengkur dan kucing mengaum dimulai di sini, meskipun bagaimana tepatnya kucing mengeluarkan suara ini tidak jelas, kata Wible.

Baca: Kucing Ini Menggemaskan, Tapi Hati-Hati Dia Sangat Mematikan

Tulang hyoid dan pita suara adalah dua bagian penting pada laring yang menghasilkan vokalisasi pada kucing. “Semua mamalia memiliki tulang di leher mereka yang dekat dengan rahang bawah, yang merupakan aparatus hyoid, dan tulang-tulang ini memiliki koneksi ke dasar tengkorak, baik secara langsung atau melalui ligamen,” kata Wible. Salah satu perbedaan mencolok antara spesies yang mengaum dan mendengkur terletak pada hyoid ini.

“Kunci auman terletak pada susunan unik sepasang tulang aparatus hyoid, yang disebut epihyoids,” kata Wible. Epihyoid adalah ligamen elastis memanjang. Tulang rawan yang fleksibel memungkinkan hewan untuk menurunkan kotak suara di tenggorokan, menghasilkan suara yang lebih dalam.

Perbedaan signifikan lainnya antara kucing yang mengaum dan mendengkur terletak pada kotak suara itu sendiri. Mendengkur disebabkan oleh kedutan otot vokalis yang sangat cepat, yang ada di pita suara di kotak suara.

Kucing yang mengaum memiliki lapisan jaringan yang lebih panjang, lebih berat, lebih elastis, lebih berdaging, dan lebih gemuk yang membentuk pita suara mereka. Jaringan ini kuat dan fleksibel, membiarkan kucing besar ini menciptakan suara gemuruh auman dalam nada rendah. Tapi kondisi itu membuat merek tidak bisa mendengkur.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: