Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi kelapa sawit (Foto: tk tan/Pixabay)

Mengenal Teknologi Penyaringan Minyak Kelapa Sawit, Biomicrogel

Baru-baru ini Portal Sains mendapat kabar bahwa mantan Presiden dan Country Manager GEA di Rusia, Belorussia, Asia Tengah dan Wilayah Kaukasus serta Anggota Dewan Kamar Dagang Jerman-Rusia, Oliver Cescotti, resmi bergabung dengan BIOMICROGELS GROUP sebagai anggota Dewan Direksi. BIOMICROGELS GROUP adalah grup perusahaan teknologi internasional yang membuat produk penyaring minyak kelapa sawit.

Di Indonesia, perusahaan ini memiliki dua distributor yang bekerja sama dengan 30 perusahaan yang mengoperasikan 90 pabrik kelapa sawit. Selama dua tahun terakhir, pangsa ekspor produk industri perseroan ke Asia Tenggara meningkat 30 persen. Selain itu, ini tidak hanya mencakup reagen untuk ekstraksi minyak Biomicrogels® BMG-C4, tetapi juga stasiun pemrosesan dan dispensing. Saat merancang stasiun ini, para insinyur mempertimbangkan keunikan operasional pabrik produksi minyak sawit Indonesia dan karakteristik iklim wilayah ini.

Sebagai perusahaan teknologi, BIOMICROGELS GROUP menciptakan teknologi inovatif bernama Biomicrogels®. Teknologi ini dikembangkan untuk memecahkan masalah global sepeti menghemat air bersih dan mengurangi emisi CO2, serta meningkatkan pemulihan ekstraksi minyak sawit.

Biomicrogels® didasarkan pada pemrosesan mendalam bahan baku pertanian untuk memperoleh biopolimer, yang sepenuhnya aman bagi alam dan manusia, 100 persen biodegradable, dan harganya terjangkau. Produksi minyak sawit global melebihi 90 juta ton per tahun, dan solusi Biomicrogels® diklaim mampu membantu meningkatkan angka ini sekitar satu juta ton lagi. Efek ekonomi dari penggunaan produk dan solusi berbasis teknologi Biomicrogels® pada pabrik berkapasitas 60 ton tandan buah segar per jam adalah hingga US$1 juta per tahun. De

Bagaimana cara kerja Biomicrogels®?

Jadi, untuk awalnya kita perlu paham dulu bahwa proses ekstraksi minyak sawit akan menghasilkan limbah. Tetapi secara tradisional limbah sawit ini dibuang dalam kolam-kolam pengendapan buatan manusia. Perlu berpuluh tahun agar minyak dapat terbiodegradasi dalam kolam tersebut, yang menyebabkan dampak negatif pada lingkungan. Lalu, selama ekstraksi minyak sawit, terjadi kehilangan minyak juga sekitar 1-2,5 persen, yang terbuang bersama limbah.

Biomicrogels® dimasukkan pada proses penjernihan pulp minyak sawit tidak murni. Memasukkan Biomicrogels® akan menyederhanakan proses pelepasan partikel minyak dari partikel padat, yang mempercepat proses pemisahan minyak dari penjernih. Dengan begitu, Biomicrogels® meningkatkan efisiensi pemisahan minyak yang diekstraksi dan mengurangi kandungan minyak dalam limbah sebanyak 2-3 kali.

Ngomong-ngomong soal Oliver, rupanya dalam keterangan yang diterima Portal Sains dikatakan bahwa Oliver akan bertanggung jawab dalam perencanaan strategis dan konsultansi tentang isu-isu utama yang terkait dengan pengembangan bisnis di pasar global, termasuk Indonesia. Oliver siap untuk mengembangkan bisnis BIOMICROGELS GROUP di market-market penting, salah satunya adalah Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: