Press "Enter" to skip to content
Kadal (kiri) dan Salamander (Kanan). (Foto: commons.wikimedia.org & Pixabay)

Tahukah Kamu Perbedaan Kadal dan Salamander?

Dari tampilan sekilas, kadal dan salamander terlihat mirip tubuhnya. Mereka memiliki tubuh dan ekor yang panjang. Dan mereka secara umum berjalan dengan empat kaki. Tapi kedua hewan ini sangat berbeda. Disarikan dari berbagai sumber, berikut ini adalah perbedaan kadal dan salamander.

Kadal adalah binatang reptil seperti ular dan kura-kura. Sedangkan salamander adalah amfibi, seperti kodok.

Baca juga: Katak – Kodok, Frog – Toad, Apa Sih Bedanya?

Coba lagi perhatikan lebih dekat. Kadal memiliki kuku di kakinya, sedangkan salamander kebanyakan tidak punya.

Salamander juga tidak memiliki sisik. Kulitnya sering terasa halus, lembab, dan berlendir. Banyak spesies tidak memiliki paru-paru internal, sehingga kulit mereka berfungsi sebagai paru-paru luar-dalam. Salamander dapat bernapas melalui kulit mereka, melalui insang, melalui paru-paru atau dalam beberapa kasus melalui kulit dan paru-paru mereka!

Sedangkan kadal berkulit agak kering. Hewan ini bernafas dengan paru-paru, sebagaimana manusia.

Perbedaan lainnya terletak pada sistem reproduksinya. Kadal memiliki telur kasar, sebagian terkalsifikasi (dikupas) yang biasanya terkubur di pasir atau tanah, tetapi beberapa spesies menetas saat masih berada di dalam induknya sebelum lahir.

Sebagai amfibi, salamander kebanyakan bertelur di air tempat larva menetas dan setelah beberapa waktu biasanya bermetamorfosis dan kembali ke darat.

Kadal dapat ditemukan di banyak tempat di darat. Sementara salamander harus tinggal di tempat yang tidak akan mengering: di bawah batang kayu atau dedaunan, di bawah tanah atau langsung di dalam air.

Populasi kadal sendiri masih sangat banyak. Sebaliknya salamander tergolong satwa yang butuh perhatian karena populasinya tergolong Special Concern atau State Endangered.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: