Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi cyber security (Foto: Werner Moser/Pixabay

Apple, Google, dan Microsoft Dukung Sign-in Tanpa Password

Baru-baru ini sebuah inisiatif dari Fido Alliance dan World Wide Web Consortium telah disambut oleh raksasa teknologi Apple, Google dan Microsoft. Ketiga perusahaan ini mendukung upaya menyederhanakan cara kita sign in tanpa password atau dikenal dengan istilah password-less sign-in.

Cara baru ini akan menyederhanakan proses sign-in ke dalam sebuah website atau aplikasi. Alih-alih menggunakan password, nantinya cukup dengan dengan menggunakan fingerprint, face scan atau PIN, untuk memverifikasi identitas kita.

Dengan cara ini, kita tidak perlu sign-in ke setiap akun yang kita punya di tiap perangkat. Sehingga akan mengurangi risiko penggunaan password yang mudah ditebak.

Baca juga: Waspada Cyberattack Saat Musim Liburan

Membuat password yang berbeda untuk tiap akun kita di berbagai layanan online sebetulnya cara yang paling aman. Tapi siapa yang bisa mengingat begitu banyak password?

Oleh karena itu, kita cenderung untuk menggunakan password yang sama di banyak akun agar mudah diingat, bukan? Cara ini memang memudahkan, tapi risikonya tinggi. Sekali password kita diketahui penjahat siber, habislah!

Nah, password-less sign-in ini akan memungkinkan orang untuk menggunakan otentikasi sidik jari atau pemindaian wajah pada ponsel cerdas mereka sebagai cara untuk masuk ke perangkat lain di dekatnya, terlepas dari sistem operasi atau browser yang mereka gunakan.

Sebelumnya fitur yang sudah ada di perangkat Apple, di mana seseorang yang memakai Apple Watch dapat membuka kunci iPhone atau MacBook mereka. Ini akan mengurangi kebutuhan orang untuk mengingat berbagai kombinasi nama pengguna dan password.

Baca juga: Survei: Penipuan Belanja E-Commerce Paling Marak di Indonesia

Apple, Google dan Microsoft mengatakan mereka berharap fitur ini tersedia di seluruh platform mereka pada tahun depan.

Rencana ini dicetuskan bertepatan dengan hari Pasword Sedunia. Sudah lama para pakar keamanan siber menyerukan kepada publik dan bisnis untuk meninggalkan password sama sekali. Sebab password sekarang sudah semakin tak aman dan mudah diretas.

Industri perlu beralih ke teknologi yang lebih baru untuk meningkatkan keamanan dan melindungi data pengguna.

Walau begitu, Jake Moore, Penasihat Keamanan Siber Global di ESET, mengatakan bahwa kita masih jauh dari era tanpa password. Tapi dia setuju bahwa setidaknya Microsoft, Google, dan Apple telah mencoba membuka jalan untuk membuat akses akun menjadi aman dan nyaman.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: