Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi polimer (Foto: zeeshan ahmad/Pixabay)

Mengenal Polimer Berbahan Lobak dan Limbah Kaca

Lobak biasanya untuk acar atau sayur. Tapi bagi perusahaan kimia khusus LANXESS, lobak bisa diubah menjadi material baru yang berkinerja tinggi untuk dijadikan bahan baku di berbagai industri, salah satunya otomotif.

Untuk membuat material polimer berkinerja tinggi tersebut, lobak diambil minyaknya dan dipadukan dengan biomassa lain yang menghasilkan bahan baku yang disebut sikloheksana. Bahan baku ini lalu diperkuat 60 persen berat serat kaca yang didaur ulang dari limbah kaca industri.

Polimer banyak digunakan di industri otomotif. Di sini polimer digunakan tidak hanya untuk elemen ringan di bagian struktural, namun juga interior, bahkan kerap menggantikan bagian logam. Dengan cara ini, beban dapat dihemat dan emisi CO2 dapat dikurangi.

Baca juga: Plastik Rekayasa Berteknologi Tinggi, Pengganti Logam untuk Kendaraan Listrik

Sektor lain adalah elektromobilitas. Di sini, polimer digunakan misalnya dalam konstruksi baterai dan sistem pengisian daya, sistem kontrol elektronik, dan elektronika daya.

Material tersebut juga digunakan dalam industri kelistrikan dan elektronika, misalnya pada komponen smartphone, IT, dan peralatan rumah tangga.

Polimer adalah sebagian dari portofolio produk berkelanjutan dari LANXESS. Perusahaan ini baru saja menggandeng Advent International (Advent), salah satu investor di industri bahan kimia, dan mendirikan usaha patungan untuk polimer rekayasa berkinerja tinggi.

Kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi bisnis Engineering Materials (DEM) dari grup Belanda Royal DSM, yang akan menjadi bagian dari usaha patungan ini. Harga beli sekitar EUR 3,7 miliar akan dibiayai oleh usaha patungan melalui ekuitas dari Advent dan utang luar negeri.

DEM adalah salah satu pemasok global untuk bahan khusus berkinerja tinggi yang memenuhi kebutuhan pasar utama terkait elektronik, listrik, dan barang konsumen.

Baca juga: Lagi Trend, Senyawa Berbasis Air untuk Berbagai Aplikasi

LANXESS juga akan mengkontribusikan unit bisnis High Performance Materials (HPM) untuk usaha patungan tersebut. HPM adalah salah satu pemasok polimer berkinerja tinggi.

Langkah ini semakin mempertajam portofolio bisnis LANXESS, yang akan memiliki tiga segmen bahan kimia khusus. Transaksi tersebut masih harus mendapat persetujuan dari pihak berwenang. Penutupan diharapkan terwujud pada semester pertama tahun 2023.

CEO LANXESS Matthias Zachert mengatakan usaha patungan ini akan membentuk pemain global yang kuat di bidang polimer berkinerja tinggi. “Di Advent, kami memiliki mitra yang kuat dan andal dengan pengalaman mendalam di industri kimia dan industri para pelanggan kami,” katanya.

Sementara Ronald Ayles, Managing Partner di Advent International mengatakan kombinasi High Performance Materials (HPM) LANXESS dan DSM Engineering Materials (DEM) menciptakan platform yang kuat dan menyatukan keahlian yang luas, menghasilkan peluang terbaik bagi karyawan dan nilai lebih bagi pelanggan.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: