Press "Enter" to skip to content
Astronaut (Foto: WikiImages/Pixabay)

Fakta-Fakta Lain tentang Perjalanan Misi Apollo 11 ke Bulan

21 Juli 2022 yang lalu menandai peringatan 53 tahun pendaratan manusia pertama di Bulan, yaitu saat astronot Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mencetak sejarah melalui misi Apollo 11. Kalimat yang terkenal itu: “That’s one small step for a man, but one giant leap for mankind” dipancarkan dari Bulan ke Bumi melalui sebuah headset dari perusahaan Poly (dulu Plantronics dan Polycom).

Baca juga: Kalau di Bumi 1 Hari 24 Jam, Di Bulan…

Tapi ada beberapa informasi menarik lain tentang perjalanan ke Bulan itu:

  • Astronaut yang pergi ke Bulan ternyata tidak mendapat asuransi jiwa dalam misi itu. Makanya sebagai alternatif, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menandatangani ribuan kartu pos, sehingga kalau-kalau mereka tidak bisa pulang, keluarganya bisa menjual kartu pos itu untuk mendapatkan uang. Itu mereka lakukan di waktu senggang dalam karantina, sebulan sebelum misi dimulai.
  • Armstrong, Aldrin, dan Michael Collins harus masuk kembali ke Amerika Serikat secara resmi setelah mendarat di Hawaii, seperti kita kalau memasuki sebuah negaralah. Mereka harus menunjukkan paspor, menyebutkan nomor penerbangan (Apollo 11), itinerary (Bulan/Honolulu, Hawaii), dan segala sesuatu yang perlu disampaikan dengan detail, termasuk barang bawaan seberat 22 kg yang berisi debu dan bebatuan dari Bulan.
  • Astronot misi Apollo 11 harus menghabiskan waktu selama 21 hari dalam karantina setelah mendarat karena dikhawatirkan membawa kuman dari Bulan.
  • Sebuah pidato sudah ditulis untuk Presiden Richard Nixon seandainya pendaratan di bulan gagal. Pidato itu dimulai dengan kata-kata: “Nasib telah menetapkan bahwa orang-orang yang pergi ke bulan untuk menjelajah dengan damai akan tinggal di bulan untuk beristirahat dalam damai.”
  • Setiap smartphone saat ini memiliki daya komputasi puluhan kali lebih banyak daripada komputer yang terpasang Apollo 11. Apollo 11 membawa komputer yang disebut Apollo Guidance Computer (AGC) yang ‘hanya’ memiliki memori 2048 kata yang digunakan untuk menyimpan “temporary results”, yaitu data yang hilang ketika tidak ada listrik. Tipe memori ini sekarang disebut RAM (Random Access Memory) dan kalau dihitung, RAM di Apollo 11 hanya 32KB saja. Sedangkan kapasitas ROM-nya hanya 72KB. Bandingkan dengan smartphone sekarang yang punya lebih dari 8GB RAM dan 256GB ROM yang bisa diexpand dengan kartu memori eksternal sampai 1TB.

Baca juga: Poyekhali! Ke Luar Angkasa Yuri Gagarin Pergi

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: