Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi aplikasi TikTok di smartphone (Foto: antonbe/Pixabay)

Raksasa Teknologi PHK Karyawan, TikTok Justru Rekrut Ribuan Engineer

Meta dan Twitter menjadi dua dari sederet perusahaan teknologi yang melakukan PHK terhadap karyawannya, baru-baru ini. Tapi TikTok justru melakukan perekrutan sekitar 3.000 engineer di seluruh dunia.

TikTok memang sedang tumbuh, dibandingkan Meta, Twitter, bahkan Amazon yang harus merestrukturisasi SDM-nya supaya bisnisnya jalan terus. Meta mem-PHK 11.000 karyawan, Twitter memotong 50 persen stafnya. Amazon sendiri mem-PHK 10.000 orang.

Sebaliknya, TikTok sedang naik daun karena konsepnya disukai anak-anak muda. “Kami masih melakukan perekrutan, meskipun dengan kecepatan yang menurut kami harus sesuai dengan tantangan global yang kami hadapi,” kata Chief Executive TikTok Shou Zi Chew, seperti dilansir Daily Mail, baru-baru ini.

Penambahan 3.000 engineer di TikTok dimaksudkan untuk memperkuat eksistensi perusahaan ini di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat. Perusahaan ini berencana untuk meningkatkan ukuran engineering hub-nya di Mountain View, California, yang sudah mempekerjakan lebih dari 1.000 engineer.

TikTok sendiri, pada 2020 lalu, pernah mengatakan ingin merekrut 10.000 pekerja, saat perusahaan ini menghadapi pengawasan ketat dari parlemen AS. Sumber di perusahaan itu mengatakan penambahan karyawan sebanyak itu untuk membangun basis engineer yang akan meningkatkan berbagai fitur di aplikasi yang digunakan pengguna dan meningkatkan algoritma serta infrastruktur di back-end yang membuat TikTok bisa digunakan.

TikTok juga ingin menambah tim yang mencari cara untuk menghasilkan uang dari aplikasi, mengembangkan tim e-commerce, dan menambahkan kontraktor untuk memantau video yang tidak pantas.

Perusahaan ini dimiliki oleh ByteDance, yang berbasis di Beijing, China, tetapi memiliki kantor di Los Angeles, New York, Dublin, London, dan Singapura.

Namun, TikTok pun tidak sepenuhnya kebal terhadap situasi ekonomi saat ini. Kenaikan inflasi memaksa TikTok memangkas target pendapatannya untuk tahun ini sebesar US$2 miliar – dari proyeksi US$12-14 miliar menjadi sekitar US$10 miliar.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: