Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi potongan kertas. (Foto: Stefan Schweihofer/Pixabay)

Mengapa Teriris Kertas Itu Sakit Banget

Saat menyusun kertas kadang tak sengaja jari kita teriris kertas dan rasanya sakit banget. Mengapa teriris kertas itu begitu sakit?

Kalau menurut Live Science, rasa sakit itu disebabkan oleh kombinasi antara tangan kita yang memang sangat sensitif terhadap rasa sakit dan tepian kertas yang sebetulnya bergerigi.

Tahukah kamu bahwa tangan dan jari kita mengandung sel saraf dalam konsentrasi tinggi yang disebut nociceptors. Sel ini merespons sinyal yang dikeluarkan oleh sel yang rusak, menurut BrainFacts.org.

Potongan kertas terutama memicu terjadinya “nociceptors mekanik”, yaitu kerusakan sel yang disebabkan oleh tekanan, luka dan tusukan. Pada tingkat yang lebih rendah, potongan kertas juga dapat mengaktifkan nociceptors yang peka terhadap iritasi kimiawi, seperti pemutih yang digunakan untuk mencerahkan kertas. Sel-sel saraf ini dapat menimbulkan sensasi gatal di sekitar potongan kertas.

Nociceptors yang aktif melepaskan sinyal listrik yang mengalir melalui kumpulan serabut saraf dan masuk ke sumsum tulang belakang. Sel saraf di sumsum tulang belakang kemudian menyampaikan sinyal tersebut ke otak. Pada akhirnya, sinyal mencapai daerah korteks serebral yang berkerut yang bertanggung jawab atas sensasi sentuhan, suhu, dan rasa sakit, yang dikenal sebagai korteks somatosensori, seperti dilansir StatPearls.

Korteks somatosensori melengkung di atas permukaan otak seperti ikat kepala, dengan daerah ikat kepala yang berbeda mewakili bagian tubuh yang berbeda.

Karena tangan dan jari penuh dengan sel yang peka terhadap sentuhan dan rasa sakit, daerah ikat kepala yang didedikasikan untuk bagian itu sangat besar dibandingkan dengan bagian tubuh yang kurang sensitif. Mulut dan lidah mengambil daerah ikat kepala yang sama luasnya, yang membantu menjelaskan mengapa lidah yang teriris gara-gara kita menjilat amplop juga sangat menyakitkan.

Tapi bukan hanya anatomi yang membuat teriris kertas terasa menyakitkan. Kertas itu sendiri juga menambah penderitaan.

Meskipun terlihat halus dengan mata telanjang, pada tingkat mikroskopis, serat kayu yang dikeringkan dan dikompresi di dalam kertas membuat tepiannya sebetulnya cukup kasar atau bergerigi. Tekstur kasar ini menyebabkan kerusakan sel yang lebih luas ketimbang irisan yang disebabkan oleh sesuatu yang sangat tajam.

Tepian kertas yang bergerigi biasanya hanya mengiris dua lapisan atas kulit, yaitu lapisan epidermis dan dermis. Oleh sebab itu, memang bikin sakit tapi tidak akan menyebabkan pendarahan. Tapi ini menurunkan kemungkinan luka tertutup oleh darah beku. Akibatnya, serabut saraf yang teriritasi tetap terpapar untuk waktu yang lama dan menembakkan sinyal rasa sakit setiap kali disentuh.

Untuk merawat luka yang disebabkan potongan kertas, bersihkan lukanya dengan sabun dan air. Lalu oleskan salep antibiotik untuk mencegah infeksi dan tutupi dengan perban untuk memberikan bantalan dan mencegah terpapar kotoran. Umumnya luka akibat sobekan kertas sudah sembuh dalam dua hingga tiga hari. Tetapi kalau tidak membaik dalam waktu tersebut, sebaiknya temui dokter dan periksa tanda-tanda infeksi.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: