Press "Enter" to skip to content

Perkenalkan, Trichoplax adhaerens Hewan Paling Simpel di Dunia

Franz Eilhard Schulze adalah ilmuwan yang punya banyak koleksi makhluk laut cantik macam sponge laut, dan membuatnya menjadi salah satu pakar sponge laut dunia, pada 1880-an. Koleksinya saat itu disimpan di akuarium air asin di Universitas Graz Austria.

Tapi Schulze juga dikenal sebagai penemu hewan paling simpel di dunia, yang disebut Trichoplax adhaerens. Hewan yang ukurannya tak lebih besar dari biji wijen.

Trichoplax adhaerens sampai saat ini masih memegang rekor sebagai hewan paling simpel di dunia. Dia tak punya mulut, tak punya perut, tak punya otot, tak punya darah dan pembuluhnya. Tak punya bagian depan dan belakang. Tubuhnya berwujud selembar sel flat, lebih tipis dari kertas. Tebalnya hanya tiga sel.

Sepintas membosankan. Tapi para ilmuwan tertarik pada hewan ini sebab Trichoplax adhaerens bisa menyingkapkan kepada kita seperti apa hewan di Bumi pada 600 juta sampai 700 juta tahun lalu. Trichoplax adhaerens juga bisa mengajari kita bagaimana hewan yang simpel seperti itu bisa berevolusi menjadi hewan yang kompleks, dengan mulut, perut, dan syaraf.

Sekilas Trichoplax adhaerens tak tampak seperti hewan. Tapi tubuh ratanya secara konstan berubah saat ia bergerak. Awalnya ia dikira amoeba, makhluk bersel satu yang tak termasuk hewan atau tumbuhan. Tapi saat dilihat lebih dekat melalui mikroskop pada 1883, Schulze dengan yakin mengelompokkannya ke dalam hewan.

Trichoplax adhaerens bereproduksi dengan membelah diri menjadi dua. Tiap belahan menjadi hewan baru. Tubuh Trichoplax adhaerens memiliki setidaknya 50.000 sel, sehingga dia jelas berbeda dengan amoeba yang hanya satu sel, meski kadang-kadang ada amoeba yang lebih besar dari Trichoplax adhaerens.

Lantas bagaimana Trichoplax adhaerens hidup kalau tubuhnya terlalu sederhana? Jadi, meski tanpa jantung dan perut, sel-sel di tubuh Trichoplax adhaerens yang melakukan fungsi-fungsi yang membuatnya hidup.

Bernd Schierwater, seorang ahli zoologi dari Institute of Animal Ecology and Cell Biology di Hannover, Jerman, sudah meneliti Trichoplax  selama 25 tahun. Dia mendapati bahwa di bawah tubuh Trichoplax ada rambut kecil yang disebut cilia. Dia bergerak dengan memutar cilia seperti baling-baling. Saat Trichoplax adhaerens menemukan alga sebagai makanannya, ia akan berhenti.

Tubuhnya akan menutupi alga itu dan ada sel khusus di bagian bawah tubuh yang kemudian meluruhkan alga. Trichoplax adhaerens akan menyerap kandungan gula dan nutrisi lain yang luruh dari alga tadi. Jadi, tubuh bagian bawah berfungsi seperti perut.

Schierwater percaya, hewan mula-mula di Bumi itu mirip seperti Trichoplax adhaerens. Apalagi, ilmuwan pernah menemukan fosil hewan besar macam Trichoplax. Salah satunya adalah Dickinsonia, hidup pada 550 juta sampai 560 juta tahun lalu. Diameternya sampai 1,2 meter. Dia hidup dan bergerak seperi Trichoplax adhaerens. Sama seperti Trichoplax, Dickinsonia tak punya jaringan macam otak atau mata.

Membandingkan Trichoplax dan Dickinsonia, Schierwater berpikir bahwa hewan awal mungkin bermula seperti Trichoplax adhaerens, kemudian berkembang seperti Dickinsonia, lalu semakin rumit dan kompleks.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: