Di tengah perlombaan global membangun infrastruktur AI, Cisco mengambil langkah yang tidak biasa. Bukan sekadar meluncurkan produk baru, melainkan merombak cara mereka bekerja dengan para partner.
Perusahaan teknologi jaringan asal AS itu resmi meluncurkan Cisco 360 Partner Program, hasil dari proses co-design selama 15 bulan bersama partner-partnernya. Ini bukan perubahan kecil. Cisco menyebutnya sebagai fondasi baru kemitraan, dibangun untuk menjawab realitas baru, di mana AI bukan lagi eksperimen, melainkan infrastruktur inti bisnis.
“Bersama para partner, kami memperkuat ekosistem kelas dunia yang ada untuk menghadirkan value yang lebih besar dan membantu para pelanggan kami untuk senantiasa terhubung, terlindungi, dan berkembang,” kata Tim Coogan, Senior Vice President of Global Partner Sales, Cisco.
Langkah ini mencerminkan bagaimana peran partner berubah drastis. Kalau dulu partner identik dengan reseller, sekarang mereka ikut menentukan bagaimana perusahaan membangun data center yang AI-ready, mengamankan sistem digital, sampai mengintegrasikan AI ke operasional sehari-hari.
AI mengubah segalanya, termasuk model kemitraan
Cisco melihat momentum ini dengan sangat serius. Berdasarkan AI Readiness Index mereka, kesiapan AI kini menjadi pembeda utama antara perusahaan yang memimpin dan yang tertinggal.
Masalahnya, membangun kapabilitas AI tidak sesederhana membeli software. Dibutuhkan infrastruktur, keamanan, integrasi, dan keahlian yang kompleks. Di sinilah partner memainkan peran krusial.
Program baru ini dirancang agar partner tidak hanya menjual teknologi, tetapi benar-benar membantu pelanggan mencapai hasil nyata, mulai dari modernisasi infrastruktur hingga transformasi digital berbasis AI.
“Cisco 360 Partner Program dirancang bersama para partner untuk mendorong kesuksesan bersama, memungkinkan diferensiasi, dan membantu para partner melakukan pengembangan usaha mereka dengan lebih percaya diri. Program ini memperjelas value unik dari ekosistem kami bagi market dan pelanggan,” kata Elisabeth De Dobbeleer, Senior Vice President, Cisco Partner Program.
Fokus baru: profit yang lebih jelas dan peran yang lebih besar
Salah satu perubahan paling signifikan adalah pendekatan baru terhadap profitabilitas partner.
Melalui Cisco Partner Incentive (CPI), Cisco menyederhanakan struktur insentif yang sebelumnya kompleks, sekaligus memberi visibilitas pendapatan yang lebih jelas. Partner kini bisa memperkirakan potensi pendapatan mereka dengan lebih akurat, sesuatu yang sebelumnya sering menjadi tantangan dalam bisnis solusi teknologi.
Cisco juga memperkenalkan Partner Value Indexes, kerangka baru yang mengukur kontribusi partner berdasarkan value yang mereka berikan sepanjang lifecycle pelanggan, bukan sekadar volume penjualan.
Bagi partner, perubahan ini terasa langsung.
“Cisco 360 Partner Program membantu kami menciptakan diferensiasi berdasarkan keahlian yang kami miliki. Kami menghargai bahwa kinerja kami diukur dari value yang kami berikan; dan hal itu pada akhirnya menguntungkan para pelanggan kami,” kata Nicko Roussos, Senior Vice President, Cisco Strategy & Transformation, TD SYNNEX.
Bukan hanya untuk partner, tapi juga untuk pelanggan
Cisco juga meluncurkan Partner Locator Tool baru, yang memungkinkan pelanggan menemukan partner dengan keahlian spesifik, baik di bidang security, networking, cloud, hingga infrastruktur AI.
Ini penting. Karena di era AI, memilih partner yang tepat bisa menentukan keberhasilan atau kegagalan transformasi digital.
“Insight sepenuhnya selaras dengan Cisco 360 Partner Program dan fokusnya pada penyampaian outcome yang bermakna bagi pelanggan kami. Pendekatan ini mencerminkan cara kami engage setiap hari, menghadapi tantangan bisnis yang kompleks dan mempercepat transformasi,” kata Kevin Brown, Vice President, Partner Management, Insight.
Partner lain juga melihat manfaat langsung dari perubahan ini, bahkan sebelum peluncuran resmi.
“Kami sudah terlibat aktif dalam Cisco 360 Partner Program menjelang peluncurannya dan sudah merasakan manfaat dari Cisco Partner Incentive Estimator untuk perencanaan. Insight ini berperan penting dalam memastikan kami dapat menghadirkan solusi yang paling kompetitif bagi pelanggan kami,” kata Lane Irvine, Director, Strategic Alliances, Long View Systems.
Pergeseran besar dalam model bisnis teknologi
Pengamat industri melihat langkah Cisco ini sebagai refleksi perubahan yang lebih luas.
“Cisco 360 adalah jembatan menuju model kemitraan baru: pendekatan yang intens, bernilai tinggi, berbasis outcome, dan AI-ready. Para partner yang memandang Partner Value Index bukan sekadar scorecard melainkan sebagai rencana bisnis, akan mendapati bahwa tahun 2026 bukanlah tahun konsolidasi, melainkan tahun dengan profitabilitas yang belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Anurag Agrawal, Founder dan Chief Global Analyst, Techaisle.





Be First to Comment