Press "Enter" to skip to content
Image by Signe Allerslev from Pixabay

Perlukah Kelelawar Dimusnahkan Gara-Gara Corona?

Beberapa waktu lalu ada berita yang menceritakan pemusnahan kelelawar di sebuah daerah gara-gara takut penularan virus corona yang menyebabkan COVID-19. Memang ada dugaan bahwa penyebaran virus ini dimulai dari kelelawar di Kota Wuhan, China. Tapi apakah dengan begitu kelelawar di Indonesia juga perlu dimusnahkan?

Sigit Wiantoro, peneliti biosistematika vertebrata Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan penelitian terbaru virus corona menyebutkan bahwa transmisi utama virus itu adalah antar manusia. Sedangkan satwa liar yang perdagangan satwa liar di Wuhan memang tidak diregulasi dan menyebabkan kemunculan virus ini. Pasar satwa liar merupakan tempat hewan dibawa oleh manusia dalam keadaan stress tinggi dengan fisiologi yang melemah setelah dipindahkan dari alam liar.

Sigit menjelaskan, menutup pasar satwa liar dan tidak mengganggu satwa liar di habitat alaminya, termasuk tidak merusak habitatnya, adalah solusi yang lebih tepat untuk mencegah terjadinya wabah virus di kemudian hari . Sedangkan membasmi kelelawar justru memberikan dampak yang berlawanan. Sebab, perubahan ekosistem yang disebabkan oleh manusialah yang menjadi penyebab utama kemunculan penyakit-penyakit yang dapat ditularkan dari satwa liar ke manusia.

Kelelawar sendiri memiliki peran yang sangat penting bagi ekosistem dan kehidupan manusia. Kelelawar pemakan buah memiliki peran penting sebagai penyerbuk bunga. Sedangkan kelelawar pemakan serangga berperan dalam pengendalian hama di lahan pertanian dan perkebunan, selain itu juga berfungsi sebagai pengendali populasi serangga yang berpotensi sebagai vektor penyakit, misalnya nyamuk.

“Menjaga populasi kelelawar yang sehat dengan tidak mengganggu dan tidak membasminya, merupakan salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit, dan menjaga keseimbangan ekosistem,” kata Sigit, dilansir dari Lipi.go.id

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: