Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi bekerja dengan komputer (dok. Pixabay)

Tips Menjaga Privasimu Saat Video Call


Di tengah pembatasan aktivitas lantaran pandemi COVID-19, penggunaan software atau aplikasi video call menjadi makin lumrah saja. Tapi jangan kira segalanya bakal aman-aman saja. Kita tahu, ada beberapa aplikasi yang disebut rentan dibobol orang. Untuk mengamankan kegiatan video call atau konferensi video kamu, ada beberapa tips, seperti dilansir dari Popular Science, baru-baru ini:
 
Pertama, kuncilah pintu
Banyak meeting video diawali dengan link undangan atau invitation link. Nah, amankan link ini. Jangan posting link ini di media sosial, grup email, profil online-mu, atau di mana saja yang bisa dilihat dan dicuri orang jahat. Beberapa aplikasi juga menyediakan fasilitas password, manfaatkan! Begitu juga saat kamu mendistribusikan informasi login untuk mengundang orang ikut meeting, pastikan itu bukan sesuatu yang gampang ditebak. Lock atau kuncilah video chat kamu. Zoom misalnya punya opsi Lock Meeting.
 
Kedua, perhatikan yang kamu share
Berhati-hatilah pada apa yang kamu share secara online. Ini termasuk apa yang kamu katakan dan lakukan saat video call. Bahkan, meski kamu sedang bersama orang yang kamu kenal seperti kolega, teman sekantor, dll, kita tak pernah tahu kalau tindak tandukmu terekam oleh orang lain. Oleh sebab itu, pastikan informasi pribadi tersimpan baik.
 
Kalau kamu tak mau orang lain melihat seperti apa isi kamarmu, foto anak-anakmu, atau cetak biru rahasia yang kamu tempel di dinding, pastikan arah kamera ke latar belakang yang bersih. Zoom misalnya, menyediakan pilihan latar belakang virtual. Kamu bisa tampil seakan-akan berada di lahan persawahan, dll. Skype sendiri punya fitur untuk memblur latar belakang.
 
Juga berhati-hatilah dengan file yang kamu bagikan di screen-sharing. Jangan sampai orang melihat hal-hal sensitif di layar komputermu seperti chat rahasia, perjanjian bisnis rahasia, atau halaman perbankanmu, dan sebagainya.
 
Ketiga, ketahui aturannya
Sebelum kamu ikutan video call atau konferensi video, pelajari dulu aplikasi yang akan dipakai. Cek apakah pembicaraan akan direkam, apakah akan membutuhkan data pribadimu, dan tentu saja pastikan siapa saja yang akan bergabung dan cegah jangan sampai ada penyusup. Contohnya Zoom, ada fitur chat di sana di mana kamu bisa chat privat atau bersama semuanya.
 
Tapi ingat, kalau ada yang mengunduh chat log, maka data chat privat juga akan ikut ditarik. So, jangan sampai kamu ngobrol hal yang sensitif di chat privat dan tak sengaja bocor ke semua orang.
 
Keempat, pilih enskripsi paling lengkap
Gunakan fitur enkripsi sehingga orang lain tidak bisa memotong atau mengakses komunikasimu. Video apps yang sudah dilengkapi dengan fitur ini antara lain Google Duo dan FaceTime dari Apple, Webex, serta GoToMeeting. Sedangkan aplikasi pesan instan juga punya enkripsi semacam ini, ambil contoh WhatsApp dan Signal.
 
Sedangkan Zoom dan Skype tidak punya fitur ini sebab mereka melayani tipe perangkat yang lebih luas ketimbang platform lain.
 
Kelima, mutakhirkan software
Selalu update aplikasi video call atau konferensi video yang kamu pakai. Sebab update terbaru biasanya disertai dengan proteksi (Patch) terkini juga. Kalau kamu biarkan lubang kebocoran di software tidak ditutup dengan update terbaru, lubang itu bisa dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber.
 
Keenam, pakai fitur privasi ekstra
Di Skype misalnya, ada pilihan bagaimana orang lain bisa menemukan kamu, melalui nomor telepon atau alamat email. FaceTime juga punya fitur yang sama. Kalau kamu tak mau ditemukan oleh teman yang sudah lama tak bertemu atau orang yang hubungannya jauh sekali denganmu, fitur ini akan membantu.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: