Press "Enter" to skip to content

Urban Farming, Solusi untuk Ketahanan Pangan Keluarga

Sungguh kaget ketika membeli cabai di salah satu swalayan di Kota Jayapura, Rabu (6/5). Untuk 148 gram cabai rawit harganya Rp26.640 atau Rp180 ribu per kg.

Harga cabai yang tinggi sangat berpengaruh pada kenaikan inflansi.

Solusi untuk ini sebenarnya mudah, yaitu perlu digalakkan pertanian di lahan terbatas atau dalam bahasa kerennya disebut urban farming. Pertanian di lahan terbatas di daerah perkotaan seperti Kota Jayapura.
Dengan menanam cabai dapat mengendalikan dampak inflasi di perkotaan.

Menanam cabai di pekarangan rumah selain bisa mencukupi kebutuhan pangan juga dapat menghijaukan pekarangan, menghias rumah dan menyegarkan suasana.

Menanam cabai di pekarangan dapat menggunakan pot atau polybag, tentu saja dalam lahan terbatas jumlah tanaman tidak bisa banyak.

Cabai hasil tanam sendiri adalah organik, lebih sehat dan selalu segar.

Dengan jumlah tanaman cabai yang tidak terlalu banyak, tentu hama dan penyakit dapat dikontrol dan dikendalikan secara manual, sehingga tidak membutuhkan pestisida kimia.

Untuk pemupukan tanaman cabai dapat digunakan pupuk organik berupa kompos. Cabai dipetik langsung dari pohon saat akan digunakan sebagai bumbu masakan sehingga kondisinya segar.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: