Press "Enter" to skip to content
Ular piton Amethystine atau scrub python. (dok. commons.wikimedia.org/mike

Apakah Ular Punya Telinga?

Ular adalah satwa yang unik dengan tubuh tanpa kaki, lidah yang keluar masuk di mulut dan kemampuan menelan mangsa sekaligus. Ular benar-benar memanfaatkan indera penciumannya saat berburu. Namun kadang mereka juga menggunakan mata dan suara. Apakah ular punya telinga?

“Ya dan tidak,” kata Sara Ruane, seorang ahli herpetologi di Rutgers University di New Jersey, seperti dilansir Live Science. Seperti kebanyakan reptilia, ular tidak punya struktur telinga eksternal. Tetapi ular memiliki tulang telinga di dalam kepala, yang digunakannya untuk mendengar.

Telinga biasanya terdiri dari tiga bagian utama. Telinga luar memfokuskan suara pada gendang telinga, yang memisahkan telinga luar dari telinga tengah. Telinga tengah berisi tiga tulang yang mengirimkan suara dari gendang telinga ke telinga bagian dalam melalui getaran. Telinga bagian dalam mengubah getaran ini menjadi impuls saraf yang berjalan ke otak.

Nah, studi yang pernah diterbitkan oleh Journal of Experimental Biology pada 2012 mendapati bahwa ular tidak memiliki telinga luar dan telinga tengah. Namun mereka memiliki satu tulang telinga tengah yang menghubungkan telinga bagian dalam ke rahang. Hal ini memungkinkan ular mendengar getaran. Ular kurang mahir mendengar suara yang merambat melalui udara.

Ular juga hanya bisa mendengar sedikit frekuensi suara. Mereka dapat mendengar frekuensi rendah, sebab frekuensi tinggi sebagian besar merambat melalui udara. Misalnya, ular sanca raja paling baik dalam mendengar frekuensi antara 80 dan 160 Hertz. Sebagai perbandingan, rentang frekuensi yang bisa ditangkap telinga manusia normal adalah 20 Hz hingga 20.000 Hz.

Nah suara frekuensi tinggi itu terdengar seperti saat kita berada di dalam air dan seseorang di dekat air berteriak memanggil kita. Begitulah suara frekuensi tinggi yang didengar oleh ular. Walau frekuensi yang mereka tangkap terbatas, itu tak masalah bagi ular. Sebab mereka tidak berkomunikasi dengan vokalisasi. Lagipula ular juga mengandalkan indera perasa melalui lidahnya yang keluar masuk untuk menangkap aroma apapun di udara.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: