Press "Enter" to skip to content
Ikan coelacanth (Dok. commons.wikimedia.org/Alberto Fernandez Fernandez)

Mengenal Ikan ‘Fosil’ dan Fakta Terbarunya yang Mengejutkan

Namanya coelacanth (baca si-lah-kanth). Ini adalah sejenis ikan yang dulunya dianggap punah bersama kepunahan dinosaurus 66 juta tahun lalu, tapi ditemukan hidup pada 1938 di pesisir Afrika Selatan. Sejak saat itu, ilmuwan getol mempelajari ikan purba ini.

Sebuah studi baru mendapati fakta-fakta baru ikan coelacanth yang mengejutkan. Dilansir dari Reuters.com, diketahui bahwa ikan yang merupakan penghuni laut dalam dan nokturnal, alias aktif mencari makan pada malam hari, ini memiliki umur lima kali lebih panjang dari yang diperkirakan sebelumnya, yaitu bisa mencapai satu abad.

Ikan coelacanth betina juga diketahui mengandung anak mereka selama lima tahun. Ini menjadi periode kehamilan terlama yang diketahui dari semua spesies satwa.

Kalau berfokus pada satu dari dua spesies hidup coelacanth, ilmuwan juga mendapati bahwa ikan ini berkembang dan tumbuh paling lambat dibandingkan ikan lain dan belum akan mencapai kematangan seksual sampai sekitar usia 55 tahun.

Dalam penelitian yang diterbitkan jurnal Current Biology, peneliti menggunakan cincin pertumbuhan tahunan yang dideteksi pada sisik ikan untuk menentukan usia individu coelacanth. Ini “sama seperti membaca cincin pohon,” kata ahli biologi kelautan Kélig Mahé dari lembaga oseanografi Prancis IFREMER, penulis utama studi itu.

Ikan coelacanth diperkirakan muncul pada periode Devonian sekitar 400 juta tahun lalu, sekitar 170 juta tahun sebelum kemunculan dinosaurus. Berdasarkan rekaman fosil yang ditemukan, ikan ini diduga ikut punah saat seperempat populasi Bumi musnah gara-gara hantaman asteroid pada akhir periode Cretaceous.

Namun setelah ditemukan hidup pada 1938, coelacanth kini disebut sebagai ‘fosil hidup’.

Coelacanth disebut ikan bersirip lobus berdasarkan bentuk siripnya, yang secara struktural berbeda dari ikan lainnya. Sirip seperti itu dianggap telah membuka jalan bagi anggota tubuh vertebrata darat pertama untuk berevolusi.

Coelacanth hidup di kedalaman laut hingga 800 meter. Sebagai makhluk nokturnal, pada siang hari mereka tinggal di gua vulkanik sendirian atau dalam kelompok kecil. Betina agak lebih besar dari jantan, panjangnya bisa mencapai sekitar 2 meter dan berat bisa mencapai 110 kg.

Dua spesies yang tersisa sudah terancam punah. Keduanya adalah adalah coelacanth Afrika, ditemukan terutama di dekat Kepulauan Komoro di lepas pantai timur benua itu, dan coelacanth Indonesia. Studi ini sendiri berfokus pada coelacanth Afrika, menggunakan sisik dari 27 individu dari dua koleksi museum.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: