Press "Enter" to skip to content
Frozen Zoo (Foto: dok. Frozen Zoo)

Frozen Zoo, Penyimpanan Material Genetik Hewan Langka

Kalau bahtera Nuh menampung hewan-hewan hidup untuk diselamatkan, ada sebuah tempat penampungan modern untuk hewan tapi dalam bentuk material genetik untuk hewan-hewan langka terancam punah, untuk kemudian dikloning dan ‘dihidupkan’ kembali.

Dilansir dari CNN.com, adalah Kurt Benirschke, seorang peneliti di University of California San Diego yang punya ide menyimpan berbagai sampel kulit dari hewan yang langka dan terancam punah sejak 1972. Idenya kemudian terwujud dalam bentuk cyrobank (atau biasa kita sebut bank sperma) hewan, Frozen Zoo, yang telah menyimpan lebih dari 1.000 sampel spesies dari seluruh dunia.

Cryobank ini menyimpan material genetik untuk ‘menghidupkan kembali’ hewan yang langka. Total ada empat spesies yang dikloning dan salah satu kisah suksesnya adalah lahirnya anak kuda Przewalski, kuda asli Asia Tengah, di Texas, melalui proses kloning. Anak kuda itu diberi nama Kurt.

Dari San Diego Zoo diketahui bahwa fasilitas Frozen Zoo telah menyimpan hampir 10.000 kultur sel hidup, oocytes, sperma, dan embrio dari sekitar 1.000 taksa, termasuk satu spesies yang sudah punah yaitu po’ouli. Berlokasi di Beckman Center for Conservation Research, koleks-koleksi itu juga telah diduplikasi untuk diamankan di lokasi kedua.

Disebutkan bahwa seluruh koleksi yang ada di Frozen Zoo adalah sumber daya yang tak ternilai untuk tujuan konservasi, reproduksi berbantuan, biologi evolusioner, dan pengobatan satwa liar.

Plasma nutfah yang disimpan di Frozen Zoo berpotensi menghasilkan keturunan bila digunakan untuk pematangan dan fertilisasi oosit in vitro, inseminasi buatan, dan transfer embrio. Inseminasi buatan yang berhasil dari sperma kriopreservasi telah menghasilkan anak ayam dari beberapa spesies burung pegar, dan oosit kucing beku telah dimatangkan dan dibuahi secara in vitro untuk membentuk embrio stadium lanjut.

Menggunakan metode yang dikembangkan dalam model kucing domestik, sperma cheetah yang dicairkan telah membuahi oosit cheetah yang matang secara in vitro, yang kemudian berkembang menjadi embrio. Dengan injeksi sperma intracytoplasmic, oosit badak putih selatan dibuahi dengan sperma yang dibekukan selama 20 tahun.

Saat ini, Frozen Zoo juga mengembangkan bank sampel barcode, yang menjadi referensi untuk mengidentifikasi spesimen primata dan duiker ilegal yang terkait dengan perdagangan daging hewan liar. Untuk membantu upaya reintroduksi kuda Przewalski yang terancam punah, ilmuwan membandingkan susunan genetik sampel di Frozen Zoo dengan sampel DNA purba yang diekstraksi dari kulit di museum di Academy of Sciences Rusia.

Frozen Zoo juga memberikan manfaat dalam proyek pengurutan genom untuk gajah Afrika, sloth berjari dua, dan gorila. Salah satu inisiatif yang menarik di sana saat ini diberi nama Genome 10K. Project ini sedang mengurutkan genom 10.000 spesies untuk menyediakan kerangka kerja baru untuk penyelidikan biologis. Upaya ini membantu kita memahami tentang biologi spesies yang terancam punah, yang secara langsung akan membantu dalam konservasi dan pengelolaannya di alam liar.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: