Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi bison (Foto: Krzysztof/Pixabay)

Tadinya Tak Punya Predator, Mengapa Bison Bongsor Ini Sekarang Jadi Buruan Serigala?

Sebuah rekaman kamera perangkap di hutan di Polandia menunjukkan fenomena baru yang langka. Kamera merekam sekawanan serigala mencoba memangsa bison. Insiden ini terjadi pada 15 September 2025 dan menjadi bahan penelitian para ilmuwan.

Dilansir dari Live Science, di dalam rekaman terlihat lima serigala (Canis lupus) diikuti oleh tiga ekor bison dewasa dan seekor bison yang belum lama lahir. Lalu bison dewasa mengejar kawanan serigala tersebut, yang membuat bison kecil tertinggal dan kemudian balik diserang oleh serigala. Si bison kecil digigit dan hendak diseret pergi.

Beruntung, dua ekor bison datang dan menyerang sehingga para serigala terpaksa melepas mangsanya. Mencoba kembali menyerang anak bison, kali ini kawanan bison datang lebih banyak. Alhasil, para serigala kabur.

Potongan video tersebut direkam di hutan purba Bialowieza, hutan tertua dan paling terjaga kelestariannya di Eropa. Di hutan seluas 141.900 hektare dan terletak di perbatasan Polandia dan Belarusia ini hidup populasi bison yang punya tubuh paling bongsor di dunia dan memiliki nama ilmiah Bison bonasus.

Menurut studi terbaru, terdapat lebih dari 870 ekor bison yang hidup di hutan yang berada di wilayah Polandia dan 730 ekor di wilayah Belarusia. Bison besar yang dijuluki “Raja Hutan” ini biasanya dikenal sebagai spesies yang tak punya predator apapun, kecuali manusia. Namun rekaman video tersebut membuat fakta ini perlu dipertanyakan kembali.

Peneliti menulis di sebuah jurnal Ecology and Evolution edisi 25 Mei lalu, bahwa video itu adalah bukti pertama terjadinya serangan serigala terhadap bison Eropa di hutan Bialowieza. Lebih dilanjut di dalam jurnal itu ditulis: “Walaupun video itu tidak merekam pembunuhan langsung, namun video itu menunjukkan bahwa serangan terhadap bison Eropa bisa saja berhasil.”

Walau begitu, serangan serigala terhadap bison Eropa pada masa lalu tercatat pernah terjadi juga di hutan itu, sebelum bison tersebut pernah dinyatakan punah. Dengan laju pembunuhan sekitar 8 ekor per tahun, yakni antara tahun 1840 dan 1849.

Bison Eropa dinyatakan punah pada tahun 1919. Namun pada 1952, bison tersebut di-reintroduce di hutan Bialowieza pada 1952. Satu-satunya serangan terhadap bison setelah era ini tercatat pada pertengahan 1990-an. Setelah itu, serigala di sana kebanyakan memangsa rusa roe (Capreolus capreolus), rusa merah (Cervus elaphus), dan babi hutan (Sus scrofa).

Namun sekarang, bison tampaknya sudah masuk ke dalam target mangsa serigala. Peneliti menulis: “Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang mengapa upaya pemangsaan sangat jarang terjadi, apakah bison masih dapat digambarkan sebagai spesies yang tak punya pemangsa, dan apa artinya ini bagi konservasi dan pengelolaan spesies tersebut.”

Yang menarik, di hutan purba Bialowieza, ada tren yang menunjukkan penambahan populasi serigala, sejak diberlakukannya larangan berburu pada akhir 1980-an. Hal ini mungkin bisa meningkatkan kasus pemangsaan terhadap bison di masa depan.

“Jika pemangsaan terhadap bison Eropa, khususnya hewan muda, terjadi lebih sering daripada yang diasumsikan sebelumnya, serigala dapat memainkan peran kecil namun berpotensi penting dalam pengaturan alami populasi bison,” tulis para peneliti dalam studi tersebut. “Pada gilirannya, pengaturan tersebut mungkin dapat mengurangi konflik antara manusia dan bison.”

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

situs slot gacor

Mission News Theme by Compete Themes.