Press "Enter" to skip to content
Image by Jan Vašek from Pixabay

Destinasi Sekunder Indonesia Makin Populer, Agoda Catat Lonjakan Minat Wisatawan

Industri pariwisata global tengah mengalami pergeseran menarik. Pada momentum Hari Pariwisata Sedunia, platform perjalanan digital Agoda menyoroti meningkatnya minat wisatawan terhadap destinasi sekunder atau wisata alternatif, terutama di kawasan Asia.

Pencarian akomodasi di destinasi sekunder tercatat tumbuh 15% lebih cepat dibandingkan destinasi populer pada periode yang sama tahun 2023.

Tren ini paling terasa di negara-negara dengan industri pariwisata besar seperti Indonesia, India, Jepang, Malaysia, dan Thailand. Pemerintah di negara-negara tersebut aktif mempromosikan destinasi wisata alternatif agar wisatawan tak hanya terkonsentrasi di lokasi populer.

Menurut Agoda, perubahan ini bukan hanya memperkaya pengalaman liburan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi lokal di daerah yang jarang terjamah turis.

Di Indonesia, upaya mengembangkan pariwisata lebih merata dilakukan melalui program Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Beberapa destinasi unggulan yang kini menjadi sorotan antara lain:

Danau Toba di Sumatra Utara

Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur

Likupang, Borobudur, dan Mandalika

Investasi infrastruktur besar-besaran, termasuk peningkatan akses penerbangan, juga memperkuat pertumbuhan ini. Beberapa rute potensial yang diproyeksikan mendukung destinasi sekunder Indonesia adalah Bangkok–Kertajati, Kuala Lumpur–Semarang, dan Singapura–Labuan Bajo.

Hasilnya terlihat jelas: pada paruh pertama 2025, pencarian ke destinasi sekunder Indonesia melonjak 57% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Angka ini bahkan 28 poin persen lebih besar dibanding pencarian destinasi utama seperti Bali.

Agoda Dukung Pemerataan Pariwisata

Sebagai platform perjalanan digital, Agoda memainkan peran penting dalam membantu akomodasi lokal di pedesaan agar lebih mudah ditemukan wisatawan secara online. Agoda juga bekerja sama dengan Destination Management Organization (DMO) untuk mempromosikan destinasi tersembunyi melalui data dan kampanye pemasaran digital.

CEO Agoda, Omri Morgenshtern, menyampaikan, “Semakin populernya destinasi sekunder merupakan peluang besar untuk menciptakan industri pariwisata yang lebih merata sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Agoda bangga ikut mendukung perubahan ini dengan memperkenalkan destinasi-destinasi tersebut ke masyarakat global.”

Untuk merayakan Hari Pariwisata Dunia, Agoda menghadirkan promo khusus World Tourism Day Sale. Mulai 24 September hingga 8 Oktober 2025, wisatawan bisa menikmati:

Diskon hotel hingga 60%

Flash sale hingga 70% pada 27 September & 6 Oktober

Penawaran khusus untuk penerbangan dan aktivitas

Akses awal eksklusif bagi anggota Agoda VIP pada 21–23 September

Tren Pariwisata 2025: Wisata Alternatif Jadi Daya Tarik Baru

Pergeseran ke destinasi sekunder dan wisata alternatif menunjukkan bahwa tren pariwisata 2025 bukan hanya tentang jalan-jalan ke lokasi populer, tetapi juga soal mencari pengalaman unik yang memberi manfaat lebih luas bagi komunitas lokal. Dengan dukungan teknologi perjalanan digital seperti Agoda, destinasi-destinasi tersembunyi kini semakin mudah dijangkau wisatawan global.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.