Press "Enter" to skip to content
Teripang (foto: Kevin Mc Loughlin/Pixabay)

Teripang, Tak Hanya Enak Tapi Bisa Jadi Bahan Terapi Kanker-Hipertensi

Teripang (sea cucumber) ternyata tidak hanya enak dimakan, tetapi juga menyimpan banyak potensi menjadi bahan terapi untuk sejumlah penyakit berat, seperti kanker, diabetes, hipertensi, hingga penuaan dini. Periset dari Pusat Riset Teknologi Proses Pangan (PRTPP) BRIN tengah meneliti kandungan senyawa bioaktif dalam teripang yang bermanfaat bagi kesehatan.

Muhammad Nursid, peneliti dari PRTPP BRIN, yang sedang melakukan penelitian terhadap teripang, mengatakan hewan yang disebut juga timun laut itu memiliki potensi menjadi bahan fungsional bagi industri pangan dan kesehatan.

Teripang merupakan hewan laut dari kelompok Echinodermata. Teripang sejak lama dikenal memiliki kandungan gizi tinggi, protein melimpah, serta berbagai senyawa aktif yang memiliki manfaat baik bagi kesehatan tubuh manusia.

“Teripang bukan hanya komoditas ekspor bernilai ekonomi, tetapi juga sumber senyawa bioaktif yang bisa dikembangkan menjadi bahan suplemen kesehatan dan kosmetika,” kata Nursid, dalam keterangannya.

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan, spesies Holothuria atra atau dikenal dengan teripang hitam memiliki aktivitas biologis yang luas. Senyawa saponin (triterpen glikosida) yang terkandung di dalam hewan ini berfungsi sebagai antikanker, imunostimulan, dan antiinflamasi. Sedangkan senyawa peptida bioaktif berpotensi sebagai antidiabetes, antihipertensi, dan antimikroba.

Saponin bekerja dengan cara merusak membran sel kanker, menginduksi apoptosis (kematian sel terprogram), serta menghambat proliferasi sel tanpa merusak sel-sel normal. “Kandungan senyawa aktif teripang ini mendukung pengembangan bahan baku alami untuk terapi degeneratif, seperti kanker, diabetes, maupun penuaan dini,” ucap Nursid.

Selain manfaat tersebut, keunggulan lain dari senyawa bioaktif teripang adalah stabilitasnya yang tinggi terhadap panas dan proses pengolahan. Hal ini membuka peluang besar untuk pemanfaatannya sebagai bahan suplemen dan pangan fungsional. Hasil uji toksikologi yang telah dilakukan juga menunjukkan ekstrak teripang hitam aman dikonsumsi, bahkan memberikan efek positif terhadap sistem pencernaan pada dosis yang aman.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.