Press "Enter" to skip to content

Harimau Sumatera yang Berada di Ambang Kepunahan

Kalau sampai Bonita, harimau sumatera yang sedang diburu oleh tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Provinsi Riau, gagal diselamatkan hidup-hidup, ini akan membuat satwa itu makin dekat kepada kepunahannya.

Bonita disebut menyerang tiga pekerja di perkebunan sawit PT Tabung Haji Indo Plantations, di Indragiri Hilir dan membunuh satu dari ketiganya, seorang perempuan bernama Jumiati (33 tahun). Tiga bulan kemudian, tepatnya 5 Maret lalu, harimau itu diduga membunuh Yusri Efendi, seorang pria 34 tahun, yang sedang melintas bersama sejumlah orang, di perkebunan yang sama.

Insiden itu membikin marah warga Desa Pulau Muda, daerah asal Yusri. Mereka berunjuk rasa di kantor perkebunan sawit dan meminta perusahaan itu dan BKSDA segera menangkap harimau sumatera itu. Kalau tidak, mereka yang akan memburunya dan menolak dianggap melakukan tindakan kriminal.

Menurut catatan Portal Sains, spesies harimau setidaknya saat ini tersebar di 13 negara. Selain Indonesia, negara lain yang masih memiliki populasi harimau adalah Bangladesh, Bhutan, China, Kamboja, India, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Rusia, Thailand, dan Vietnam.

Berdasarkan data WWF, populasi harimau di seluruh dunia saat ini kurang dari 3.200 ekor. Tingkat perburuan terhadap harimau memang terus meningkat. Data dari TRAFFIC, sebuah jaringan pemantau perdagangan satwa liar, menunjukkan ada sedikitnya 1.590 ekor harimau yang disita antara Januari 2000 sampai April 2014, atau rata-rata dua ekor per pekan.

Di Indonesia harimau dulu terdiri dari tiga subspesies, yaitu: harimau bali, harimau sumatera, dan harimau jawa. Tapi yang tersisa adalah harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae).

Harimau Sumatera pun sebetulnya sudah terancam punah. Berdasarkan data tahun 2004 saja, jumlah populasi hewan itu di alam liar saat ini tinggal 400 ekor. Mereka tersebar setidaknya di tujuh kawasan di Pulau Sumatera, yaitu Ulumasen, Kampar-Kerumutan, Bukit Tigapuluh, Kerinci Seblat, Bukit Balai Rejang Selatan, dan Bukit Barisan Selatan.

Berdasarkan catatan WWF, populasi Harimau Sumatera menurun 70 persen dalam 25 tahun terakhir, khususnya di Provinsi Riau. Pada 2007 diperkirakan tersisa hanya 192 ekor di alam liar provinsi itu.

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: