Press "Enter" to skip to content
dok. commons.wikimedia.org/Beatriz Moisset

Begini Proses Tumbuhan jadi Karnivora yang Ganas

Beberapa spesies tumbuhan di luar sana adalah karnivora alias pemakan daging. Kalau menurut penelitian, perilaku ini berevolusi sejak 70 juta tahun yang lalu, ketika di masa yang sama dinosaurus masih hidup di Bumi. Perubahan tumbuhan menjadi karnivora terjadi secara diam-diam, di mana tumbuhan itu mengubah gen yang ditujukan untuk akar dan daun mereka dan menggunakannya untuk menangkap mangsa. Ini adalah satu dari tiga langkah yang mereka ambil dan prosesnya memakan puluhan juta tahun.

Perubahan menjadi pemakan daging ini rupanya memberikan merek sejumlah keuntungan. Menurut studi yang dipublikasikan secara online di jurnal Current Biology edisi 14 Mei, dengan kemampuan menangkap dan mengonsumsi hewan yang penuh nutrisi, tumbuhan bisa hidup di tanah yang rendah sekali kadar nutrisinya.

Tim peneliti botani dari berbagai negara yang dipimpin oleh Jörg Schultz, seorang Associate Professor di University of Würzburg, Jerman, membandingkan genom dan anatomi tiga tumbuhan pemakan daging modern, yaitu: pertama, Venus perangkap lalat (Dionaea muscipula), yang berasal dari daerah rawa Carolinas, yang menginspirasi karakter di Pokémon dan berbagai film kartun; kedua, tanaman kincir air Aldrovanda vesiculosa yang bisa ditemukan di hampir seluruh benua dan punya organ seperti kepakan di bawah air yang akan langsung mengencang ketika ada hewan air yang terperangkap; dan ketiga, tanaman sundew yang cantik namun mematikan (Drosera spatulata), yang umum ditemukan di Australia dan menangkap mangsa dengan rasa manisnya yang lengket.

Setelah menganalisis tanaman-tanaman tersebut, peneliti menemukan tiga langkah proses mereka menjadi karnivora. Pertama, pada 70 juta tahun lalu, nenek moyang dari ketiga tanaman karnivora itu melakukan duplikasi genom secara keseluruhan dan menghasilkan salinan DNA kedua. Duplikasi ini membuang salinan gen daun dan akar sehingga dapat menghasilkan fungsi baru. Beberapa gen daun dikembangkan menjadi gen pemerangkap, sementara gen yang dapat mengolah dan menyerap nutrisi dari hewan dikembangkan oleh salinan gen akar, yang biasanya menyerap nutrisi dari tanah.

Langkah kedua terjadi ketika tanaman mulai menerima nutrisi baru dari mangsa. Pada titik ini, daun dan akar tradisional tak diperlukan lagi. Banyak gen yang tak diperlukan untuk menyerap nutrisi karnivora, mulai menghilang. Sebagai contoh, Sebagai contoh, bibit tanaman kincir air memiliki akar proto-awal, tetapi gagal berkembang saat tumbuh. Ini adalah satu-satunya yang tersisa dari sistem akar mereka. Sebagai hasil dari kehilangan gen ini dan yang lainnya, tiga tanaman yang diamati dalam penelitian ini adalah tanaman dengan kandungan gen paling sedikit dibandingkan tanaman lain.

Lalu, langkah ketiga, tanaman itu berevolusi sesuai dengan lingkungan di mana mereka hidup. Akar dan daun telah berubah menjadi perangkap. Gen untuk akar kini mampu menciptakan enzim untuk mengolah dan menyerap nutrisi dari mangsa. Gen di kelenjar yang tadinya untuk mengeluarkan nektar untuk menarik serangga penyerbuk, kini berubah menjadi penjebak, di mana mereka menghasilkan zat untuk menarik mangsa.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: