Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi ular (Foto: commons.wikimedia.org/Magnus Manske

Fosil Baru Ungkap Evolusi Ular Selama 100 Juta Tahun, Ternyata Pernah Berkaki Empat

Ilmuwan mulai memecahkan misteri besar evolusi ular: dari kadal berkaki empat menjadi predator tanpa kaki yang kini menguasai hampir seluruh planet.

Ular modern mungkin terlihat sederhana, tubuh panjang, melata, tanpa kaki. Namun di balik bentuknya yang unik, para ilmuwan menemukan bahwa ular adalah salah satu hasil evolusi paling ekstrem dan sukses dalam sejarah Bumi.

Penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam berbagai jurnal ilmiah internasional mengungkap bagaimana ular berevolusi selama lebih dari 100 juta tahun, termasuk bagaimana mereka kehilangan kaki, mengembangkan tengkorak superfleksibel, hingga mampu menelan mangsa yang jauh lebih besar dari kepalanya sendiri.

Penemuan fosil-fosil baru, ditambah teknologi pemindaian 3D dan analisis genetika modern, kini membantu ilmuwan menyusun ulang asal-usul hewan melata ini, meski masih banyak misteri yang belum terpecahkan.

Ular Muncul Saat Zaman Dinosaurus

Para ilmuwan memperkirakan nenek moyang ular pertama muncul sekitar 160 juta tahun lalu, saat dinosaurus masih mendominasi Bumi.

Kala itu, mamalia kecil hidup bersembunyi di liang bawah tanah untuk menghindari predator raksasa. Lingkungan bawah tanah inilah yang diduga menjadi “peluang evolusi” bagi reptil bertubuh panjang dan ramping yang kelak berkembang menjadi ular.

Tubuh kurus memungkinkan ular purba menyusup ke lubang-lubang kecil dan memangsa mamalia mungil di dalamnya.

Namun asal-usul ular masih menjadi perdebatan besar. Apakah ular pertama hidup di bawah tanah? Di darat? Atau justru di laut?

Fosil Ular Purba Ditemukan di Patagonia hingga Skotlandia

Sejumlah fosil penting ditemukan di wilayah Patagonia, Amerika Selatan, termasuk spesies purba seperti:

  • Najash rionegrina
  • Dinilysia patagonica

Keduanya hidup sekitar 80–95 juta tahun lalu di lingkungan gurun purba.

Yang mengejutkan, beberapa ular purba ini masih memiliki sisa kaki belakang. Hal itu memperkuat teori bahwa ular berasal dari leluhur berkaki empat yang perlahan kehilangan anggota tubuhnya akibat adaptasi lingkungan.

Pada 2025, ilmuwan juga mengumumkan penemuan fosil reptil berkaki empat di Skotlandia bernama:

  • Breugnathair elgolensis

Makhluk ini memiliki ciri campuran antara kadal dan ular. Sebagian ilmuwan menduga ia adalah salah satu bentuk transisi evolusi ular purba.

Kenapa Ular Kehilangan Kaki?

Menurut para peneliti, kehilangan kaki justru menjadi “keuntungan evolusi”.

Saat bergerak di bawah tanah, rerumputan rapat, atau pasir, kaki malah menjadi hambatan. Tubuh panjang tanpa kaki memungkinkan ular bergerak lebih cepat dan efisien.

Perubahan besar itu diperkirakan terjadi antara 150 juta hingga 125 juta tahun lalu.

Namun evolusi ular ternyata bukan hanya soal kehilangan kaki.

Tengkorak Ular Adalah “Superpower” Evolusi

Keunggulan terbesar ular justru terletak pada tengkoraknya.

Tidak seperti kadal biasa, tengkorak ular tersusun dari banyak bagian tulang fleksibel yang dihubungkan jaringan lunak. Struktur ini membuat rahang ular dapat membuka sangat lebar.

Bahkan, sisi kiri dan kanan rahang bawah ular dapat bergerak terpisah.

Inilah alasan ular piton mampu menelan mangsa sebesar babi utuh.

Para ilmuwan menyebut perubahan struktur tengkorak ini sebagai salah satu inovasi evolusi paling ekstrem di dunia reptil.

DNA Ungkap Rahasia Tubuh Ular

Selain fosil, genetika modern juga membantu mengungkap misteri ular.

Penelitian menemukan bahwa ular kehilangan fungsi gen tertentu yang berperan membentuk kaki, termasuk sekuens gen bernama ZRS.

Ilmuwan juga menemukan bahwa ular tidak memiliki gen pembentuk hormon lapar ghrelin. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa beberapa spesies ular mampu bertahan tanpa makan selama berbulan-bulan bahkan lebih dari setahun.

Tim peneliti kini sedang memetakan genom lengkap lebih dari 100 spesies ular dan kadal untuk memahami lebih dalam bagaimana evolusi membentuk tubuh ular modern.

Dari Gurun hingga Lautan

Saat ini ada lebih dari 4.000 spesies ular yang diketahui hidup di Bumi.

Mereka telah beradaptasi hampir di semua habitat:

  • gurun
  • hutan
  • laut
  • rawa
  • bawah tanah
  • bahkan pepohonan

Ada ular kecil setipis mi spaghetti, ada pula piton raksasa sepanjang lebih dari 6 meter.

Sebagian berbisa, sebagian melilit mangsa. Ada yang bertelur, ada pula yang melahirkan anak hidup.

Bagi para ilmuwan, keberhasilan evolusi ular sangat luar biasa mengingat hewan ini pada dasarnya hanyalah “tabung predator tanpa kaki”.

“Ular adalah salah satu hewan paling sukses di planet ini,” kata ahli biologi evolusi Marc Tollis. “Mereka memiliki kemampuan yang terasa seperti kekuatan super.”

Dan hingga kini, para paleontolog percaya masih banyak fosil ular purba yang belum ditemukan, mungkin termasuk di Antartika yang dahulu pernah hangat jutaan tahun lalu.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.