Minggu malam kemarin, timeline penuh perbincangan soal cahaya terang yang melintas di langit. Ada yang bilang meteor, ada yang mikir pesawat jatuh, bahkan ada yang langsung mengaitkan ke hal-hal aneh.
Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, mengatakan objek terang yang terlihat di wilayah Lampung sampai Banten itu bukan meteor. Itu sampah antariksa, tepatnya sisa roket Tiongkok tipe CZ-3B yang jatuh kembali ke atmosfer Bumi.
Kenapa bisa terang sekali?
Kalau lihat videonya, memang mencolok. Terang, cepat, lalu seperti pecah jadi beberapa bagian. Itu bukan efek kamera.
Kata Thomas, objek terang yang terlihat di langit itu adalah pecahan sampah antariksa. Ketika memasuki atmosfer yang semakin padat, benda tersebut terbakar dan pecah, sehingga terlihat seperti serpihan cahaya.
Benda dari luar angkasa, baik itu meteor atau sampah roket, kalau masuk ke atmosfer dengan kecepatan tinggi, akan mengalami gesekan ekstrem dengan udara. Gesekan ini menghasilkan panas luar biasa. Akhirnya, terbakar. Dan dari bawah, kita lihatnya seperti “bola api”.
Datangnya dari mana?
Dari data pelacakan orbit (termasuk dari Space-Track), objek ini sebenarnya sudah terpantau.
Lintasannya dari arah India, bergerak ke barat Sumatera menuju Samudera Hindia. Sekitar pukul 19.56 WIB, ketinggiannya turun di bawah 120 km. Itu sudah masuk zona atmosfer yang cukup padat.
Di titik itu, semuanya terjadi cepat:
– kecepatan turun drastis
– suhu naik
– struktur mulai pecah
Makanya di langit terlihat seperti serpihan yang menyala satu per satu.
Jatuhnya ke mana?
Kemungkinan besar, tidak ke kota.
Menurut analisis, pecahan roket ini kemungkinan jatuh tersebar di area hutan atau laut. Dan itu memang pola umum.
Sebagian besar objek seperti ini tidak pernah benar-benar sampai ke tanah dalam kondisi utuh.
Sebenarnya sering terjadi, tapi jarang kelihatan
Fenomena sampah antariksa jatuh itu bukan hal langka secara global. Setiap hari, sebenarnya ada saja objek yang masuk atmosfer.
Cuma, yang kebetulan:
– melintas di wilayah padat penduduk
– terlihat jelas
– dan sempat direkam banyak orang
…itu jarang.
Terakhir kejadian yang cukup mirip terjadi tahun 2022. Waktu itu juga terlihat di Lampung, dan akhirnya jatuh di wilayah Kalimantan Barat.
Perlu panik? Nggak juga
Ini bagian yang penting. Menurut BRIN, fenomena seperti ini umumnya tidak berbahaya. Sebagian besar sampah antariksa akan habis terbakar sebelum menyentuh permukaan.
Risiko memang ada, misalnya kalau ada bagian yang cukup besar dan tidak habis terbakar. Tapi sampai sekarang, belum ada kasus signifikan yang benar-benar membahayakan permukiman manusia.
Kenapa bisa jatuh?
Singkatnya: gravitasi + gesekan.
Objek seperti satelit mati atau sisa roket itu awalnya mengorbit. Tapi lama-lama, karena ada interaksi dengan atmosfer (meski tipis), kecepatannya pelan-pelan turun.
Orbitnya makin rendah.
Sampai akhirnya, masuk ke atmosfer padat.
Dan di situlah akhir perjalanannya.
Jadi kalau lihat lagi?
Tenang saja. Fenomena seperti ini bagian dari aktivitas normal di luar angkasa. Tapi memang, karena makin banyak peluncuran roket dan satelit, jumlah sampahnya juga ikut bertambah.
Dan sesekali, kita kebagian nonton langsung dari bawah.






Be First to Comment