Press "Enter" to skip to content

Jamur Enoki, Enak Tapi Diduga Tercemar Bakteri

Lagi ramai berita soal jamur enoki dari Korea Selatan yang disebut mengandung bakteri berbahaya. Mari kenali jamur sekaligus bakteri ini.

Jamur enoki memiliki nama latin Flamulina velutipes. Ini termasuk salah satu jamur yang lezat. Jamur ini populer sebagai campuran sayur pada makanan oriental seperti shabu-shabu, tempura, atau sukiyaki.

Namun di Amerika Serikat, Australia, dan Kanada disebut bahwa jamur enoki asal Korea Selatan tercemar bakteri Listeria monocytogenes.
Peneliti mikrobiologi Pusat Penelitian Biologi LIPI, Iwan Saskiawan menduga kontaminasi bakteri L. monocytogenes terjadi saat proses pengepakan jamur enoki atau pada waktu penyimpanan sebelum siap dikonsumsi. Kementerian Pertanian Republik Indonesia sendiri telah melakukan langkah-langkah pemusnahan jamur enoki impor dari Korea Selatan yang beredar di pasaran.

“Bakteri L. monocytogenes adalah jenis bakteri patogen yang banyak mencemari produk olahan berbahan dasar susu dan turunannya seperti keju, es krim, dan yoghurt,” kata Iwan dalam keterangan resmi LIPI.

Penelitian terkini menunjukkan bahwa bakteri ini dapat mengkontaminasi daging mentah dan sayuran. “Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini disebut dengan listeriosis yang ditandai dengan gejala demam tinggi, sakit kepala, pegal, mual, sakit perut dan diare,” ujar Iwan.

Sebagai bakteri patogen atau parasit, Listeria monocytogenes memang berbahaya dan perlu pencegahan secara total untuk menghindari kontaminasi. Pencegahan secara total untuk menghindari kontaminasi bakteri Listeria monocytogenesis pun mungkin sulit untuk dilakukan. Namun melalui pencucian yang sempurna dengan air yang mengalir serta pengolahan melalui pemanasan dan penyimpanan dengan benar, umumnya jamur enoki aman untuk dikonsumsi karena bakteri ini akan mati pada suhu 75 derajat celsius.

Jamur enoki sendiri mengandung nutrisi yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Dari hasil penelitian rata-rata jamur pangan mengandung 19-35 persen protein lebih tinggi jika dibandingkan dengan beras (7,38 persen) dan gandum (13,2 persen). Asam amino esensial yang terdapat pada jamur, ada sekitar sembilan jenis dari 20 asam amino yang dikenal. Selain itu 72 persen lemaknya termasuk jenis lemak tidak jenuh.

Selain itu, jamur juga mengandung berbagai jenis vitamin, antara lain B1 (thiamine), B2 (riboflavin), niasin dan biotin. Selain elemen mikro, jamur juga mengandung berbagai jenis mineral, antara lain kalium, fosfor, kalsium, natrium, magnesium, selenium dan tembaga. Jumlah kandungan seratnya yang berkisar antara 7,4 hingga 24,6 persen sehingga sangat baik untuk pencernaan. Jamur enoki juga mempunyai kandungan kalori yang sangat rendah sehingga cocok untuk diet..

Jamur enoki juga mengandung senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai senyawa antitumor, antikanker, antihipertensi, antikolesterol, dan bersifat sebagai imunomodulator.

Jamur enoki tumbuh pada suhu 23-27 derajat celsius pada fase vegetatif atau pertumbuhan miselium dan pada suhu 13-18 derajat celsius di fase generatif atau saat pembentukan tubuh buah. “Sampai saat ini jamur enoki belum dibudidayakan di Indonesia. Selama ini jamur enoki yang dikonsumsi di Indonesia adalah impor dari Korea Selatan,” kata Iwan.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: