Press "Enter" to skip to content
Sagu di Papua (Dok. Hari Suroto)

Nasib Sagu Ditelan Roda Zaman

Sagu merupakan makanan pokok masyarakat Sentani. Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jayapura yang begitu pesat, telah menyebabkan banyak pohon sagu di sekitar Danau Sentani yang ditebang. Pohon sagu banyak ditebang guna pembangunan jalan alternatif dan venue PON XX serta perumahan.

Pohon sagu juga cepat punah karena masyarakat Sentani telah menggunakan mesin pengolah sagu modern yang dinilai efisien, sehingga proses pembuatan pati sagu dapat dilakukan relatif singkat. Hal ini tidak sebanding dengan pertumbuhan pohon sagu yang lambat.

Dengan mesin ini dapat memproses lebih banyak batang sagu untuk digiling. Namun produksi yang cepat ini tidak dibarengi dengan penanaman kembali bibit pohon sagu. Sagu yang ada di kawasan Danau Sentani sudah ada sejak zaman nenek moyang, tumbuh alami tidak ditanam.

Bukti arkeologi menunjukkan bahwa pemanfaatan sagu sebagai bahan makanan sudah ada sejak zaman prasejarah. Penelitian di situs-situs arkeologi kawasan Danau Sentani ditemukan artefak gerabah dan alat batu penokok sagu. Gerabah ini berfungsi untuk memasak papeda atau bubur sagu.

Melestarikan hutan sagu berarti menjaga ketahanan pangan. Jika pohon sagu tidak ada lagi di Sentani, maka masyarakat Sentani jika ingin membuat papeda harus mengimpor sagu dari Papua Nugini. Lebih parah lagi, kuliner sagu akan tergantikan oleh nasi.

Untuk melestarikan keberadaan hutan sagu dan tradisi budaya berkaitan dengan sagu, maka perlu kampanye tentang pelestarian hutan sagu dan penanaman kembali pohon sagu di kawasan Danau Sentani. Selain itu berbagai festival yang terkait dengan sagu harus dilanjutkan sesuai kalender event dan perlu didukung oleh semua pihak, baik itu Festival Sagu Kwadeware, Festival Ulat Sagu Yoboi dan Festival Makan Papeda dalam Gerabah Abar.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: