Press "Enter" to skip to content

Melihat Situs Arkeologi dengan Pemandangan Instagramable di Papua

Situs Megalitik Khulutiyauw di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura berpotensi sebagai destinasi PON XX Papua. Situs megalitik ini berada di puncak Bukit Khulutiyauw, dengan pemandangan yang instagramable.

Sekeliling Bukit Khulutiyauw berupa hamparan savana menghijau. Selain itu, dari puncak bukit ini, terlihat pemandangan Danau Sentani.

Pada bagian puncak bukit ini terdapat sinyal 4G, sehingga wisatawan milenial dapat siaran langsung di medsosnya atau dapat berswafoto langsung diunggah di story medsos. Uniknya, pada bagian lereng dan kaki bukit hanya terdapat sinyal 2G.

Bukit Khulutiyauw berada di sebelah barat Kampung Abar. Untuk menjangkau situs ini, dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 30 menit.

Tinggalan megalitik di Bukit Khulutiyauw berupa menhir dan papan batu. Kedua benda megalitik ini pada masa prasejarah digunakan sebagai media pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Selama ini Abar dikenal sebagai kampung destinasi wisata di Danau Sentani dengan produk unggulan gerabah tradisional. Untuk mencapai kampung ini, dapat dilakukan dengan naik perahu motor dari Dermaga Yahim, Distrik Sentani sekitar 15 menit.

Selain itu juga terdapat jalan lingkar selatan Danau Sentani yang menghubungkan Distrik Heram, Kota Jayapura hingga Abar. Jalan lingkar selatan ini melewati obyek wisata Danau Love. Namun jalan lingkar selatan ini masih berupa jalan tanah, sebagian berlubang dan beberapa titik longsor oleh aliran air hujan.

Jalan lingkar selatan ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, itupun saat kondisi kering tidak hujan. Saat hujan, jalan tanah liat licin dan banyak kubangan lumpur.

Untuk mendukung Kampung Abar sebagai destinasi wisata Danau Sentani, maka infrastruktur jalan lingkar selatan perlu diperbaiki. Jalan lingkar ini terhubung dengan Danau Love, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Danau Love bisa melanjutkan kunjungan ke Kampung Abar untuk membeli oleh-oleh gerabah atau menikmati kuliner khas Abar.

Kuliner ini berupa papeda daun jati lauk ikan louhan goreng, papeda ikan kuah kuning, kuliner ulat dan jamur sagu, ikan mujair presto gerabah, dan stik ikan gabus Sentani.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: