Press "Enter" to skip to content

Tablet Seukuran Laptop, Apa Rasanya Tanpa Keyboard?

Baru-baru ini Samsung memperkenalkan jajaran tablet anyar dari seri Galaxy Tab S8 Series 5G. Ada tiga model yang diluncurkan di Indonesia, yaitu Galaxy Tab S8, S8+, dan S8 Ultra. Masing-masing dengan ukuran layar 11 inci, 12,4 inci, dan 14,6 inci.

Sebagai tipe perdana, Galaxy Tab S8 Ultra jelas menarik. Betapa tidak. Layarnya itu loh, 14,6 inci. Luas layarnya menyamai ukuran layar laptop pada umumnya.

Menggunakan tablet seukuran 10-12 inci, experience-nya menurut saya nyamanlah untuk penggunaan mobile. Bagaimana dengan yang ukuran 14,6 itu?

Tapi sebelum sampai ke sana, baiknya kita membahas dulu apa yang menarik dari Samsung Galaxy Tab S8 Ultra 5G ini.

Desain

Dengan bobot 728gr, ketebalan hanya 5,5mm, Tab S8 Ultra termasuk ramping. Body-nya dirancang dengan frame yang terbuat dari material armor aluminium yang kuat dan Tangguh, tidak gampang bengkok, serta scratch-resistant.

Samsung mengklaim, pengujian internal mendapati frame armor aluminium ini 30 persen lebih tahan gores dan 40 persen lebih tahan dibengkokkan dibandingkan Galaxy Tab S7, sehingga aman saat mobile.

Bagian belakang ada dudukan S Pen, yang tampak flawless sampai ke kamera belakang sehingga memberikan kesan elegan di permukaan tablet yang dibalur warna Graphite.

Di layar depan bagian atas tengah terdapat dua kamera 12MP, berdekatan dengan Light Sensor. Tombol-tombol sisinya antara lain tombol Power, tombol volume up dan down. Empat speaker dipasang keempat sudut tablet. Di bagian sisi juga terdapat port USB Type-C, tiga lubang mik, slot kartu SIM dan memori. Sementara di sisi belakang, di pojok kanan atas terdapat kamera 13MP dan 6MP, lampu flash, dan dudukan magnetik untuk S Pen.

Layar

Samsung menggunakan layar super AMOLED 14,6 inci, disertai rasio screen-to-body terbesar 90 persen, dan diperkuat refresh rate 120Hz. Jelas, untuk pengalaman visualnya OK lah. Selain lebih luas, gambarnya jernih, pergerakan di layar atau scrolling-scrolling juga lebih smooth.

Di layar depan ini Samsung melengkapi dengan kamera depan ganda, 12MP (wide angle) dan 12MP (ultra-wide angle). Kamera ini, selain cukup tajam untuk selfie, juga bermanfaat untuk menikmati fitur Auto Framing saat kamu melakukan video call.

Auto Framing memungkinkan kamera selalu berfokus pada kamu, mengikuti pergerakanmu sehingga kamu tetap berada di center. Fitur ini akan otomatis membuat kamera zoom out dan zoom in ketika ada orang lain yang muncul bersama kamu di layar.

Sementara kamera belakang ada dua, 13MP dengan Autofocus dan 6MP (ultra-wide angle) plus lampu flash.

Performa

Seluruh keluarga Tab S8 series 5G ini sudah menggunakan prosesor terbaru Qualcomm Snapdragon 8 Gen 1 octa-core yang diproduksi dengan teknologi proses 4nm. Dari pengujian internal Samsung, prosesor ini menghasilkan peningkatan performa CPU 24 persen dan GPU 52 persen dibandingkan Galaxy Tab S7+.

Kinerja yang powerful ditopang baterai besar 11.200mAh. Jadi kamu nggak perlu khawatir saat menggunakan tablet ini untuk binge watching serial drakor favoritmu. Secara typical, baterai sebesar itu bisa memutar video sampai 14 jam dengan pengaturan default untuk volume audio dan level kecerahan, tablet tidak terhubung ke Wi-Fi atau jaringan mobile.

Baterainya bisa diisi ulang dengan cepat karena sudah mendukung fast-charging 45W. Tapi kepala charger-nya kamu harus beli terpisah ya. Dengan fast-charging, baterai Tab S8 Ultra bisa terisi penuh 100 persen dalam waktu 90 menit.

Performanya juga ditunjang kapasitas memori RAM 12GB dan memori internal 256GB. Kalau nggak cukup, kamu bisa menambahkan kartu memori eksternal sampai dengan 1TB.

Audionya ok. Dengan empat speaker di ke empat sudut jelas membuat sound-nya cukup menggelegar. Kamu juga bisa meningkatkan kualitas sound ini dengan mengaktifkan teknologi Dolby Atmos. Untuk mengaktifkannya, tarik turun Quick Panel, cari tombol Dolby Atmos lalu tap untuk mengaktifkan.

S Pen

Kehadiran S Pen menjadi sangat penting di Samsung Galaxy Tab S8 Ultra. S Pen anyar ini sudah memiliki latensi yang lebih rendah dari pendahulunya. Sekarang hanya 2,8ms. Diimbangi dengan pressure sensitivity 4.096 level, untuk pengalaman menulis dan menggambar yang semakin mendekati pengalaman/sensasi menulis dan menggambar menggunakan pena yang sebenarnya atau melukis bak menggunakan kuas yang sebenarnya di kanvas atau di kertas.

Dari sisi bentuknya, menurut saya cukup nyaman dipegang, seperti memegang pensil atau pulpen sebenarnya.

O iya, berkat kemitraan antara Samsung dengan Clip Studio Paint, kamu bisa mengubah smartphone Galaxy kamu menjadi menjadi palet warna digital dan tabletmu jadi kanvasnya. Ini buat kamu yang suka digital art design ya. Kamu bisa pilah pilih kuas yang sesuai, serta bisa memilih warna asli dari foto yang diambil lewat smartphone yang tersinkronisasi.

S Pen ini juga serbaguna. Dengan menggunakan fitur ‘Air Action’, S Pen ini bisa menjadi shutter kamera untuk melakukan selfie, mengontrol slide presentasi, memainkan musik atau film, mencatat, dan mengirimkan live message.

S Pen di Galaxy Tab S8 Ultra bisa ditempelkan di bagian punggung tablet. S Pen ini menggunakan baterai 0,35mAh yang otomatis terisi ulang saat S Pen menempel di punggung tablet. S Pen juga akan otomatis terhubung ke tablet via Bluetooth saat ditempelkan.

Konektivitas  

Di era connected sekarang, konektivitas yang cepat sudah jadi kebutuhan. Samsung Galaxy Tab S8 Ulra sudah mendukung jaringan 5G yang disediakan oleh operator seluler di Indonesia. Cuma coverage-nya akan tergantung jangkauan operator yang kamu pakai ya. Selain konektivitas seluler, Galaxy Tab S8 Ultra bisa terhubung ke Internet melalui Wi-Fi.

Aplikasi-Aplikasi Kreatif

Kalau sudah punya S Pen, tentu kehadiran aplikasi-aplikasi kreatif juga kudu. Di Samsung Galaxy Tab S8 Ultra sudah tersedia aplikasi macam Noteshelf, Penup, Clip Studio Paint. Kabarnya, nanti bakal ditambah dengan aplikasi LumaFusion.

Di aplikasi Noteshelf kamu bisa menuliskan atau menyimpan ide/inspirasi yang timbul kapan saja di mana saja. Sedangkan dengan aplikasi Penup, kamu bisa melepas stres dengan menggambar dan mewarnai dengan banyak template yang tersedia. Adapun aplikasi Clip Studio Paint menyediakan lebih dari 50.000 bentuk pen dan kuas.

Nah, kalau aplikasi LumaFusion ini adalah aplikasi video editing. Tapi aplikasi ini baru akan tersedia untuk tablet Android pada paruh pertama 2022. Tunggu saja.

Screen Recording dengan Fitur Face Dual Recording

Nah, yang terbaru juga di Samsung Galaxy Tab S8 Ultra adalah fitur screen recorder yang memungkinkan kamu melakukan face dual recording, yakni menambahkan video selfie di dalam screen recording tanpa menambahkan perangkat lain. Manfaatnya apa?

Dengan face dual recording ini kamu bisa menambahkan video Bahasa isyarat, menambahkan video selfie kamu saat menjelaskan presentasi di kelas online. Atau kalau suka main game, kamu bisa menampilkan video selfie-mu saat screen recording di gameplay kamu. Bisa bikin konten game kayak gamer-gamer di YouTube itu.

Untuk mengaktifkan fitur ini, caranya dengan aktifkan Screen Recorder dari Quick Panel settings, tap Screen Recorder lalu pilih Media sounds and mic di menu yang pop-up. Tablet akan segera melakukan screen recording. Setelah itu, tap tanda panah kecil di sudut kiri bawah tablet dan tap gambar ikon manusia yang muncul.

Baca juga: Video Call dan Streaming di Jaringan 5G, Cobain Samsung Galaxy Tab S8

Pakai Tablet Seperti Pakai Laptop

Nah, ini juga salah satu ‘jualan’ Samsung untuk produk tablet berlayar lebar mereka. Khususnya tablet premium macam S8 series. Layarnya sudah sama luas dengan laptop. Ditambah dengan aplikasi Samsung DeX dan book cover keyboard yang mengentalkan nuansa laptop.

Keyboard-nya sudah menggunakan touchpad yang diproteksi dengan lapisan kaca. Ukuran tombol keyboard-nya juga besar, lengkap dengan tombol-tombol function, backlit keycaps, pengaturan short-cut, dan kemampuan wireless sharing dengan smartphone Galaxy.

Kamu juga bisa menggunakan mouse yang kini hadir dengan penyesuaian kecepatan untuk melakukan pointer dan scrolling. Posisi berdiri tablet bisa diatur dengan beberapa standing mode.

Yang penting adalah aplikasi Samsung DeX, yang mengubah tablet mode ke desktop mode. Fitur ini bisa menampilkan window aplikasi secara transparan atau mem-pin browser atau aplikasi di bagian atas layar. Taskbar-nya juga lebih nyaman diakses di mana kamu bisa mem-pin aplikasi tertentu di sini maupun melihat aplikasi apa saja yang sedang running.

Selanjutnya adalah hadirnya DeX Portrait Mode, di mana kamu bisa mengubah tampilan DeX dari landscape ke portrait. DeX di Galaxy Tab S8 Ultra juga bisa mirroring ke layar eksternal yang lebih luas menggunakan kabel HDMI.

Pro dan Kontra

Pro-nya, menurut saya, fitur-fitur yang ditawarkan oleh tablet besar ini cukup fenomenal dan lengkap untuk berbagai keperluan kamu. Kamu bisa memakai tablet ini untuk belajar, bekerja, mengakses Internet, menikmati hiburan streaming video dari VoD langganan kamu, atau mengasah bakat kreatifmu.

Layarnya nyamanlah untuk menonton, mengerjakan dokumen, menjadi kanvas seni, video call, dan sebagainya. Ditambah audio yang bertenaga, jadi tambah mumpuni.Artinya, banyak aktivitas kamu akan didukung oleh tablet ini. Body-nya juga cukup ramping, materialnya tangguh dan terasa elegan.

Tapi yang bisa jadi kontra buat saya adalah pertama, minus kepala charger (bahkan yang di bawah 45W tak disediakan). Tanpa kepala charger bawaan kamu terpaksa harus beli terpisah atau menggunakan kepala charger merek lain. Jadinya kurang maksimal dan tidak bisa menikmati fast-charging.

Kedua, ukurannya memang massif walau masih bisa dibawa dengan tas punggung atau jinjing. Tapi ini jadi persoalan kalau digunakan tanpa book cover keyboard.

Tanpa dudukan, tablet ini kurang handy untuk digunakan secara mobile. Tanpa keyboard, mengerjakan dokumen kerja juga sulit, ya tipikal tablet umumnyalah. Walau ada screen keyboard, tetap saja lebih asyik dan nyaman menggunakan keyboard eksternal.

Spesifikasi:

Layar: 14,6-inci, 2960 x 1848, (WQXGA+) 240ppi Super AMOLED, hingga 120Hz
UI: One UI Tab 4
OS: Android 12
Dimensi: 208,6 x 326,4 x 5,5mm
Bobot: 728g (5G)
Kamera Belakang: 13MP AF + 6MP Ultra-Wide + Flash
Kamra depan: 12MP (Wide) + 12MP (Ultra-Wide)
Memori: RAM 12GB + Internal storage 256GB, microSD up to 1TB
Prosesor: 4 nm 64-bit Octa-Core Processor
Baterai: 11,200mAh (typical) dengan super fast charging 2 (sampai 45W)
Konektivitas: 5G, Wi-Fi, Wi-Fi Direct, Bluetooth® 5.2, Type-C USB 3.2
Warna: Graphite
Sensor: Accelerometer, Geomagnetic, Gyro, Light, Fingerprint, Hall Sensor GPS+GLONASS, Beidou, Galileo
Audio: Quad Stereo Speakers with Sound by AKG, Dolby Atmos®, 3 Mikrofon
Video: 4K @ 30fps, 8K @ 60fps
Keamanan: Samsung Knox termasuk Samsung Knox Vault, Fingerprint on Display
Aksesoris: S Pen (BLE, Inbox), book cover keyboard, book cover, protective standing cover

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: