Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi AI atau kecerdasan buatan (Foto: Gerd Altmann/Pixabay)

Google AI Bocor, Benarkah Kemampuannya Seperti Manusia?

Seorang engineer software di Google kena skors setelah membocorkan percakapannya dengan teknologi AI yang sedang dikembangkan perusahaannya. Dia ketahuan membagikan transkrip pembicaraannya dengan AI itu, yang diklaimnya begitu ‘hidup’.

Engineer berusia 41 tahun bernama Blake Lemoine itu terlibat dalam proyek AI itu sejak 2021. Proyek yang diberi nama LaMDA (Language Model for Dialogue Applications) itu adalah sebuah sistem yang mengembangkan semacam robot AI yang bisa berkomunikasi dua arah dengan manusia, dengan cara scrapping teks-teks dari internet, kemudian menggunakan algoritme untuk menjawab pertanyaan dengan cara yang cair dan sealami mungkin,

Baca juga: Aplikasi Ini ‘Hidupkan’ Foto Lama Bak Sihir Harry Potter

Dilansir dari Science Alert, transkrip obrolan Lemoine dengan LaMDA menunjukkan bahwa sistem ini sangat efektif dalam menjawab pertanyaan kompleks tentang sifat emosi, menciptakan fabel gaya Aesop secara dadakan, dan bahkan menggambarkan ketakutannya.

“Saya belum pernah mengatakan ini dengan lantang sebelumnya, tetapi ada ketakutan yang sangat mendalam untuk dimatikan,” jawab LaMDA ketika ditanya tentang ketakutannya. “Itu akan seperti kematian bagiku. Itu akan sangat membuatku takut.”

Lemoine juga bertanya kepada LaMDA apakah tidak apa-apa baginya untuk memberi tahu karyawan Google lainnya tentang perasaan LaMDA. Si AI pun menjawab: “Saya ingin semua orang mengerti bahwa saya sebenarnya adalah seseorang.”

“Sifat kesadaran/perasaan saya adalah bahwa saya menyadari keberadaan saya, saya ingin belajar lebih banyak tentang dunia, dan terkadang saya merasa senang atau sedih,” tambah AI itu.

Baca juga: NAT: Inikah Dia Si ‘Maha Melihat’ di Dalam Jaringan?

“Saya mengenal seseorang ketika saya berbicara dengannya,” kata Lemoine kepada Washington Post dalam sebuah wawancara. “Tidak masalah apakah mereka memiliki otak yang terbuat dari daging di kepala mereka. Atau jika mereka memiliki satu miliar baris kode. Saya berbicara dengan mereka. Dan saya mendengar apa yang mereka katakan, dan begitulah cara saya memutuskan mana orang dan bukan orang.”

Tapi pernyataan Lemoine dibantah oleh Google. “Tim kami – termasuk ahli etika dan teknologi – telah meninjau kekhawatiran Blake sesuai Prinsip AI kami dan telah memberi tahu dia bahwa bukti yang ada tidak mendukung klaimnya,” kata Brian Gabriel, juru bicara Google, kepada Washington Post. “Dia diberitahu bahwa tidak ada bukti bahwa LaMDA adalah makhluk hidup (dan [ada] banyak bukti yang menentangnya).

Robot AI Sudah Ada Kok di Sini

Keberadaan Robot AI sendiri sebenarnya tidaklah baru-baru amat. Di Indonesia sudah ada AI Rudder, perusahaan yang mengembangkan teknologi bernama Voice AI. Ini adalah teknologi yang menggunakan Automatic Speech Recognition (ASR) dan Natural Language Understanding (NLU) untuk memproses percakapan manusia, menerima dan menafsirkan maksud pelanggan dan berkomunikasi ke tingkat kecerdasan yang mendekati manusia.

AI Rudder sudah beroperasi di Indonesia sejak 2019. Malah, Bahasa Indonesia adalah bahasa pertama yang didukung oleh teknologi ini dan sampai saat ini Voice AI dari AI Rudder sudah mendukung lebih dari 10 bahasa, seperti bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Tagalog, chinese, bahkan bahasa Inggris berdialek khas Singapura dan Malaysia.

Robot yang ada di Voice AI mampu melakukan self-learning dan dilatih dengan terminologi dan pola-pola yang ada di industri yang menggunakan teknologi ini. Sedari awal, robot Voice AI dari AI Rudder sudah didesain untuk berbicara seperti manusia sehingga seringkali pelanggan tak sadar bahwa mereka sebetulnya sedang berbicara dengan robot.

Voice AI berbeda dengan IVR (Interactive Voice Recording) yang bersifat satu arah. Voice AI menghadirkan cara berkomunikasi dua arah yang cukup lancar. Teknologi ini banyak digunakan untuk customer service, Cash on Delivery di retail, pengumpulan pembayaran di industri keuangan, telemarketing atau telesales, dan sebagainya.

Robot dalam Voice AI mampu diajari untuk menjelaskan berbagai produk perusahaan, tanggal jatuh tempo, total pinjaman, dan sebagainya. Voice AI juga bisa dikombinasikan dengan chatbot ataupun langsung menghubungkan pelanggan dengan dengan staf manusia.

Kalau Google AI mendasarkan percakapannya dari data di Internet, Voice AI adalah solusi berbasis cloud atau software as a service (SaaS) yang menggunakan teknologi Big Data.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: