Seorang ilmuwan dengan berani menyimpulkan bahwa Taman Eden, sebagaimana yang disebut dalam Kitab Suci, berlokasi di Mesir, alih-alih di Timur Tengah sebagaimana anggapan yang ada selama ini.
Berdasarkan Alkitab, Taman Eden adalah tempat di mana Tuhan menempatkan manusia pertama Adam dan Hawa dan di taman itu ada sebuah sungai yang terpecah menjadi empat: Gihon, Efrat, Tigris, dan Pishon. Banyak ilmuwan beranggapan, karena Tigris dan Efrat saat ini berlokasi di Irak, maka semestinya Taman Eden juga berada di sana.
Tapi tidak dengan Dr. Konstantin Borisov, seorang ahli komputer, yang berpendapat bahwa sungai-sungai tersebut sesuai dengan sungai Nil (Gihon), Efrat, Tigris, dan Indus (Pishon), yang selaras dengan peta dunia Eropa Abad Pertengahan.
Dalam papernya yang diterbitkan di Archeological Discovery tahun 2024, Borisov menyoroti peta yang menunjukkan dunia melingkar yang dikelilingi oleh sungai berlabel ‘Oceanus’ dan di bagian paling atas peta terdapat ‘Paradise’ atau Eden, yang terletak di dekatnya.
“Dengan memeriksa peta dari sekitar 500 SM, menjadi jelas bahwa hanya empat sungai yang muncul dari Oceanus yang mengelilinginya yaitu Nil, Tigris, Efrat, dan Indus,” tulisnya, seperti dilansir Daily Mail.
Lebih jauh lagi, peneliti tersebut mengklaim Piramida Agung Giza berada di tempat Pohon Kehidupan pernah tumbuh, yang menurut Alkitab menghasilkan buah yang memberikan kehidupan kekal bagi siapa pun yang memakannya.
Banyak ilmuwan percaya bahwa Taman Eden berada di kawasan Irak, karena sungai Tigris dan Efrat ada di sana. Namun, lokasi Gihon dan Pison, jika masih ada, memang belum diketahui.
Hal ini telah menyebabkan banyak dugaan tentang di mana Taman Eden mungkin berada, mulai dari Iran dan Mongolia hingga Florida.
Meskipun teori yang paling menjanjikan adalah bahwa Taman Eden terletak di daerah yang disebut Mesopotamia, Borisov yakin bahwa ia telah menemukan petunjuk bahwa taman itu ada di Mesir. Dia mengacu kepada berbagai sumber, termasuk teks Yunani kuno, Alkitab, peta abad pertengahan, dan catatan dari para sejarawan awal.
Ia juga memasukkan simbolisme mitologis, analisis geografis, dan teori modern, seperti Oceanus, untuk mendukung penafsiran ulangnya tentang kemungkinan lokasi Taman Eden.
Kitab Kejadian 2:8-17 menyatakan bahwa sebuah sungai mengalir dari Eden ke arah timur untuk mengairi taman itu, dan dari sana sungai itu terbagi dan menjadi empat cabang. Bagian itu menjelaskan bahwa cabang pertama adalah Pison; yaitu cabang yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Hawila.
Sungai kedua adalah Gihon; sungai yang mengalir mengelilingi seluruh tanah Kush. Nama sungai ketiga adalah Tigris, yang mengalir di sebelah timur Asyur. Sungai keempat adalah Efrat. Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya di Taman Eden.
Meskipun tidak ada tempat di Bumi di mana satu sungai terbagi menjadi empat, peta dunia Eropa akhir tahun 1290-an menampilkan lokasi seperti itu. Pada zaman dahulu, ada kepercayaan mengenai keberadaan Oceanus yang mengelilingi seluruh dunia.
Borisov menyoroti Hereford Mappa Mundi yang menunjukkan dunia melingkar yang dikelilingi oleh sungai mistis tersebut. Di bagian paling atas peta terdapat ‘Surga’, atau Eden, yang ditampilkan tepat di sebelah sungai itu.
Dia juga mencatat bahwa Titus Flavius Josephus, seorang sarjana dan sejarawan Romawi-Yahudi, menulis dalam Antiquities Book 1, Bab 1, Bagian 3: “Sekarang taman itu diairi oleh satu sungai, yang mengalir mengelilingi seluruh bumi, dan terbagi menjadi empat bagian.”
“Dan Phison, yang menunjukkan banyaknya orang, mengalir ke India, bermuara ke laut, dan oleh orang Yunani disebut Gangga. Efrat juga, seperti halnya Tigris, mengalir ke Laut Merah.”
“Sekarang nama Efrat, atau Phrath, menunjukkan penyebaran, atau bunga: Tigris, atau Diglath, menunjukkan apa yang cepat, dengan kesempitan; dan Geon mengalir melalui Mesir, dan menunjukkan apa yang muncul dari timur, yang oleh orang Yunani disebut Nil.”
“‘Geon’ adalah kata Yunani kuno untuk ‘Gihon’.”
Borisov menyatakan karena sejarawan itu menulis bahwa hanya “Sungai Eden yang mengairi Taman itu, dan bukan salah satu dari keempat sungai lain yang disebutkan dalam Alkitab (Antiquity 1.1.3), dan dengan demikian, kita dapat menegaskan bahwa Taman Eden terletak di seluruh dunia sepanjang jalur Oceanus.”
“Pada titik ini, semua sungai dalam Alkitab telah diidentifikasi, dan tampaknya yang perlu kita lakukan hanyalah mengikuti jalur Sungai Oceanus di seluruh dunia untuk menentukan lokasi Eden,” katanya. Namun, ia juga mencatat bahwa untuk memastikannya, ia perlu menentukan ‘jalur pasti Oceanus.’
Borisov juga mengklaim bahwa Piramida Agung Giza berada di tempat Pohon Kehidupan dulu tumbuh. Piramida Agung Giza berdiri setinggi 455 kaki dan lebarnya sekitar 756 kaki. Pada tahun 2012, para peneliti membuat simulasi komputer untuk bagian dalam ruang Raja Piramida Agung, menemukan banyak partikel bermuatan di puncak bangunan itu.
“Saat dipancarkan dari piramida, partikel bermuatan bertabrakan dengan atom nitrogen dan oksigen netral, yang menyebabkan ionisasinya, yang mengakibatkan pelepasan foton, terutama dalam nuansa ungu dan hijau. Dalam simulasi, setiap cabang sesuai dengan lapisan sinar di ruang pelepasan, dengan total lima lapisan. Akibatnya, pohon yang disimulasikan memiliki lima cabang yang berbeda,” ucap Barisov.






Mungkin saja benar di Mesir atau jangan jangan di Indonesia