Press "Enter" to skip to content
Babirusa (Babyrousa), hewan endemik di Pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara (Foto: commons.wikimedia.org)

Sombori, Matarombeo, Tangkelemboke, dan Mekongga di Sultra Diusulkan Jadi Taman Nasional

Kawasan seluas 6.000 km², yang mencakup Sombori, Matarombeo, Tangkelemboke, dan pegunungan Mekongga di Sulawesi Tenggara, sedang diusulkan untuk menjadi Taman Nasional dan warisan dunia. Usulan ini dianggap dapat menjawab urgensi krisis iklim, deforestasi, serta peningkatan risiko bencana ekologis di Kawasan Wallacea.

Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi BRIN, Prof. Hendra Gunawan, mengatakan pengusulan Taman Nasional dan Warisan Dunia merupakan langkah preventif berbasis bukti ilmiah, bukan keputusan politis. “Data riset menunjukkan kawasan Wallacea telah kehilangan sekitar 1,37 juta ha hutan dalam satu dekade terakhir, dengan Sulawesi Tenggara menjadi salah satu wilayah yang terdampak signifikan,” kata Prof. Hendra, dalam keterangan resmi.

Di kawasan tersebut terdapat Pegunungan Mekongga seluas ±258.519 ha). Pegunungan ini memiliki peran ekologis krusial sebagai hulu 3 DAS dan 30 sungai yang menopang sistem hidrologi regional. Kawasan ini juga menyimpan bentang ekosistem langka, mulai dari hutan sub-montana hingga sub-alpin, yang menjadi habitat berbagai satwa endemik Sulawesi seperti anoa, babirusa, rangkong Sulawesi, hingga tarsius.

Hasil riset International Cooperative Biodiversity Group (ICBG) dan rangkaian Wallacea Scientific Expedition Series mengungkap potensi keanekaragaman hayati yang luar biasa di kawasan tersebut. Sejumlah spesies mamalia, flora, serangga, serta ratusan mikroorganisme diduga merupakan spesies baru yang belum pernah dideskripsikan secara ilmiah.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.