Press "Enter" to skip to content
Pantai di Bali (Foto: Pixabay)

Bali dan Cerita di Balik Hotel Pemenang Gold Circle Award 2025 dari Agoda

Kalau kamu merasa Bali makin penuh tapi tetap susah cari hotel yang nggak zonk pas datang, ternyata itu bukan kebetulan.

Platform perjalanan Agoda baru saja merilis daftar pemenang Gold Circle Awards 2025 dan memberikan penghargaan kepada lebih dari 3.000 partner hotel di seluruh dunia. Ini bukan sekadar penghargaan biasa yang isinya nama-nama hotel mewah.

Yang dinilai di sini lebih ke hal-hal yang sering bikin pengalaman liburan berhasil atau gagal: konsistensi layanan, kejelasan info online, sampai respons hotel ke tamu.

Indonesia menempati posisi ketiga dalam peringkat penghargaan Agoda tahun ini, bersama Jepang, Malaysia, Thailand, dan Korea Selatan.

Dan khusus untuk Indonesia, Bali kembali jadi yang paling dominan, menjadi kota dengan jumlah penerima Gold Circle Award terbanyak di Indonesia. Lebih dari 60 hotel di Bali masuk daftar. Jakarta dan Bandung nyusul di belakang.

Kalau dipikir-pikir, banyak hotel bagus di Indonesia. Tapi yang konsisten? Itu cerita lain.

Penghargaan ini menyoroti hotel-hotel yang nggak berubah-ubah kualitasnya. Yang hari ini bagus, besok juga sama. Yang deskripsinya di aplikasi sesuai sama kenyataan.

Di sisi lain, kinerja Indonesia tetap kuat, sejalan dengan pola perjalanan regional yang dinamis. Pencarian akomodasi ke Indonesia naik 489% secara tahunan. Artinya, Indonesia tetap menjadi pilihan wisatawan di Kawasan, dengan profil tamu yang semakin beragam.

Profil wisatawan makin campur. Nggak cuma turis tradisional, tapi juga digital nomads, short-stay business travelers, sampai solo traveler yang picky banget soal detail.

Lalu, kenapa Bali tetap unggul?

Jawabannya bukan cuma “karena Bali terkenal”. Lebih ke karena ekosistemnya sudah terbentuk.

Hotel di Bali, dari yang kecil sampai besar, sudah terbiasa main di platform digital, optimize listing, cepat adaptasi, dan ngerti cara “jualan” experience, bukan cuma kamar. Jadi ketika kompetisi makin ketat, mereka nggak kaget.

Apa yang sebenarnya dicari traveler sekarang?

Menariknya, bukan lagi sekadar harga murah atau lokasi strategis. Sekarang lebih ke:

“Apakah hotel ini bisa dipercaya?”
“Kalau ada masalah, responsnya gimana?”
“Apakah ekspektasi saya akan sesuai?”

Itu sebabnya hotel-hotel yang menang di Gold Circle Awards biasanya bukan yang paling mewah, tapi yang paling reliable.

Sedikit insight dari Agoda

Menurut Gede Gunawan, Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, hotel-hotel pemenang ini bukan yang “wah banget”, tapi yang disiplin.

“Para partner ini tetap disiplin dalam operasional dasar sekaligus kuat dalam eksekusi digital, sehingga membantu wisatawan memesan dengan lebih percaya diri dan mendapatkan pengalaman yang dapat diandalkan saat tiba. Seiring minat terhadap Indonesia yang tetap terjaga di kawasan, hotel-hotel yang mampu menjaga standar, responsif terhadap kebutuhan tamu, serta memudahkan proses pemilihan akan lebih mudah dipilih di tengah banyaknya opsi,” ucap Gede.

Dan itu ternyata cukup untuk bikin traveler merasa aman saat booking, yang ujungnya bikin mereka balik lagi.

Jadi, ini penting buat traveler?

Lumayan.

Kalau lagi scroll hotel dan bingung pilih, nama-nama yang masuk Gold Circle biasanya bisa jadi shortcut. Bukan jaminan sempurna, tapi setidaknya risiko lebih kecil.

Dan kalau melihat tren sekarang, dengan makin banyak orang datang ke Indonesia, kemampuan hotel untuk tetap konsisten ini bakal jadi pembeda utama.

Bali sudah membuktikan. Sekarang tinggal lihat, kota lain bisa nyusul atau tidak.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.