Press "Enter" to skip to content
Quoll: commons.wikimedia.org/Leonard G/PublicDomain

Tak Ada Harimau, Quoll Pun Jadi

Kalau di Pulau Sumatera ada karnivora mamalia yang besar seperti Harimau, di Papua dan sekitarnya beda lagi. Di kawasan terakhir ini, karnivora mamalia terbesarnya adalah Quoll. Satwa dari genus Dasyurus ini adalah fauna endemik Papua, Papua Nugini, Tasmania dan Australia.

Quoll merupakan mamalia marsupial karnivora atau hewan berkantung pemakan daging. Papua tidak memiliki karnivora sebesar harimau, quoll merupakan satu-satunya mamalia karnivora terbesar di Papua.

Quoll bertubuh mungil. Guoll dewasa memiliki panjang 25 sampai 75 cm, dengan ekor berambut sepanjang 20 hingga 35 cm. Bentuknya mirip tikus, bulu berwarna coklat dengan totol-totol pitih dan berkuku tajam. Quoll jantan hanya bertahan hidup selama 12 bulan saja.

Meski masa hidupnya pendek, quoll jantan bersaing keras untuk mendapatkan pasangan melalui pertarungan lebih dulu dengan quol jantan lainnya. Quoll jantan dalam mencari pasangan betina harus meningkatkan luas cakupan penjelajahannya hingga 10 km dari radius tempat tinggalnya. Selama penjelajahan itu quoll akan kehilangan hampir seluruh berat badannya.

Quoll jantan menemukan si betina dengan melacak aroma urinnya sampai si betina kemudian tahu bahwa dia diikuti. Quoll jantan akan mati setelah kawin sehingga menyisakan populasi dengan quoll betina serta anak-anaknya.

Quoll merupakan sumber protein berharga bagi suku-suku di dataran tinggi Papua. Bagi mereka, hewan sekecil quoll tetap dihargai karena di dataran tinggi sangat sulit dijumpai binatang berukuran besar. Quoll biasanya ditangkap dengan dijerat atau diburu menggunakan anjing. Quoll konflik dengan masyarakat dataran tinggi Papua yang memburu mereka karena dianggap sebagai binatang yang suka mencuri ayam peliharaan.

Penulis: Hari Suroto (Arkeolog, tinggal di Jayapura)

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: