Press "Enter" to skip to content
Dok. commons.wikimedia.org/Bleckdraco

Membudidayakan Udang Selingkuh di Kolam

Lembah Baliem walaupun berada di ketinggian 1650 meter dari permukaan air laut, tetapi memiliki potensi sumberdaya perikanan yang belum dikembangkan. Sungai Baliem memiliki udang endemik, udang selingkuh, yang sebenarnya merupakan sejenis lobster air tawar.

Udang selingkuh harganya sangat mahal, walaupun begitu, udang ini sangat digemari turis. Setiap turis yang berkunjung ke Wamena, pasti selalu mencari udang ini.

Udang selingkuh merupakan potensi tersembunyi Lembah Baliem, yang belum dikembangkan. Jika hanya mengandalkan hasil tangkapan dari Sungai Baliem, dikhawatirkan udang ini lama kelamaan akan habis.

Untuk itu perlu penelitian agar udang ini dapat dikembangkan dan dibudidayakan di kolam.

Kolam-kolam alami dengan sumber air tidak pernah kering banyak terdapat di Distrik Wesaput, namun belum banyak dimanfaatkan untuk budidaya perikanan.

Walaupun mahal, udang ini sangat unik, enak, dan tetap akan dicari oleh turis. Dengan membudidayakan di kolam, diharapkan kesejahteraan masyarakat Baliem akan meningkat, serta populasi udang selingkuh akan terjaga.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: