Press "Enter" to skip to content

Dogor, Anjing yang Terawetkan Selama 18.000 Tahun

Sepintas anjing ini terlihat seperti sedang tertidur saja. Tapi tahukah kamu, anjing itu sudah mati dan diperkirakan mati pada 18.000 tahun yang lalu. Kok bisa?

Dilansir dari Science Alert, kondisi mayatnya sangat terawat. Mulai dari kumis, bulu mata, hidungnya dan sebagian besar bulunya dalam kondisi baik. Seolah-olah anjing itu baru saja mati. Sebagian tulang rusuk dan tulang belakangnya terbuka. Penyebab kematiannya belum dapat ditentukan, tetapi dari posisi tubuh, tampaknya ia mati dengan keadaan tenang.

Jadi, anjing ini terawetkan dengan bagus seperti itu di dalam permafrost di Yakutsk di timur Siberia yang beku. Usianya saat mati diperkirakan baru 2 bulan. Belum diketahui anjing itu jenis apa. Anak serigalakah? Atau adakah kemungkinan bahwa ia adalah anjing tertua di muka bumi?

Menurut peneliti, ada kemungkinan anjing ini adalah nenek moyang serigala dan anjing. Peneliti memberinya nama Dogor, yang artinya “teman”. Keberadaannya tak bisa dipisahkan dari garis evolusi anjing maupun serigala. Kehadirannya bisa menjawab kapan garis evolusi serigala dan anjing berpisah serta kapan anjing mulai didomestikasi.

Selama ini diperkirakan bahwa dua spesies itu berpisah antara 15.000 dan 40.000 tahun lalu. Kita tahu adanya penemuan fosil anjing dari masa 15.000 tahun lalu di Jerman. Ada juga fosil anjing paleolitikum yang diperkirakan berasal dari masa 40.000 tahun lalu, walau kesimpulkan ini diperdebatkan.

Sedangkan untuk domestikasi, kapan dan bagaimana domestikasi terhadap anjing terjadi, belum diketahui pasti. Sebuah studi pada 2017 menyatakan bahwa domestikasi terjadi antara 20.000 dan 40.000 tahun lalu, dimulai dari satu populasi tunggal. Tapi sebuah studi lain pada 2016 menyatakan domestikasi terjadi pada 14.000 tahun lalu dari dua populasi yang berbeda, satu di Asia dan lainnya di Eropa.

Barangkali kalau penelitian terhadap Dogor selesai, bakal bisa menyingkap misteri tersebut. Saat ini sampel tulang iga Dogor sudah dibawa ke Swedia untuk diteliti DNA-nya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: