Press "Enter" to skip to content

Mengenal Keindahan Laut dan Ombak Sarmi

Sarmi bukanlah sebuah kota besar seperti Jayapura yang dikenal banyak orang. Sarmi hanyalah sebuah kota kecil yang masih berkembang namun menyimpan banyak sekali keindahan terutama pantainya. Salah satu yang terkenal dari kota yang berbatasan dengan Samudra Pasifik ini adalah ombaknya. Oleh sebab itu Sarmi sering dijuluki Kota Ombak. Kondisi topografi pantai, kuantitas dan kualitas ombak Sarmi sangat bagus untuk berselancar atau surfing.

Banyak sekali peselancar dalam dan luar negeri yang mengagumi ombak hebat Sarmi, yang akan membawa mereka ke puncak adrenalin. Namun potensi ini belum didukung oleh sarana dan prasarana pariwisata yang memadai seperti homestay atau pusat informasi yang mempromosikan potensi wisata surfing ini.

Perairan Kabupaten Sarmi terletak di sebelah utara Papua dan langsung berhubungan dengan Laut Pasifik. Kondisi seperti ini menyebabkan daerah ini lebih cenderung dipengaruhi oleh aktivitas dari lautan tersebut, disamping pengaruh-pengaruh yang berasal dari aliran sungai-sungai yang ada di sepanjang pesisir.

Kawasan pesisir Kabupaten Sarmi merupakan perairan yang kaya sumber daya perikanan dan kelautan. Berbagai jenis ikan dan biota laut banyak dijumpai di perairan Sarmi, dan menjadi tangkapan utama nelayan tradisional. Hal ini dapat terlihat dari berbagai ekosistem yang ada seperti padang lamun, terumbu karang dan mangrove, yang berfungsi sebagai tempat memijah (spawning ground), membesarkan (nursey ground) dan berlindung (hiding ground) dari berbagai jenis biota penghuni ekosistem tersebut.

Beberapa pulau kecil yang terdapat jenis di kawasan Kabupaten Sarmi, baik berpenghuni maupun tidak, dapat dimanfaatkan sebagai kawasan wisata bahari dan kegiatan budidaya perairan. Beberapa pulau secara fisik sangat terlindung dari pengaruh ombak karena sekeliling pulaunya terdapat terumbu karang tepi (fringing reef).

Kabupaten Sarmi memiliki potensi penangkapan ikan laut sangat tinggi dengan garis pantai sepanjang 94.058 km dan luas laut 2.670 km2 yang terbentang dari Distrik Pantai Barat, Sarmi Selatan, Sarmi, Sarmi Timur, Pantai Timur bagian barat, Pantai Timur, dan Bonggo.

Kawasan pesisir Kabupaten Sarmi termasuk dalam bagian dari kawasan pesisir utara Papua yang kondisinya cukup dipengaruhi oleh angin muson tenggara yang terjadi pada Juni s/d Agustus, dan angin muson barat daya yang terjadi pada Desember s/d Februari.

Ditinjau dari kondisi kontur dasar laut dari garis pantai maka kondisi topografi pesisir Kabupaten Sarmi cenderung curam. Isodepth (garis khayal yang menghubungkan kedalaman perairan yang sama) yang terdapat di kawasan pesisir ini kurang dari 101 m yang ditemukan berjarak kurang lebih 200 meter dari garis pantai baik pada daratan utama maupun pada beberapa pulau seperti Pulau Liki, Wakde, Yamna dan Podena. Pulau-pulau ini berpasir putih, dengan warna laut biru di sekitar pulau, serta panorama bawah air yang indah. Isodepth 1.000 meter ditemukan berjarak kurang dari 10 mil laut dan kedalaman 1000 meter baru ditemui kurang dari 12 mil laut.

Penulis: Hari Suroto (Arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: