Press "Enter" to skip to content

Gara-Gara COVID-19, AS Hentikan Sumbangan ke WHO

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan untuk menghentikan pendanaan kepada Badan Kesehatan Dunia (WHO). Dia beralasan, WHO melakukan kesalahan besar dalam pengelolaan pandemi COVID-19 dan menutup-nutupi penyebaran virus corona.

“Dengan pecahnya pandemi COVID-19, kami memiliki keprihatinan mendalam apakah kemurahan hati Amerika telah dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata Trump dalam konferensi pers di Rose Garden Gedung Putih, selasa (14/4) waktu setempat, seperti dilansir Business Insider. “Kenyataannya adalah bahwa WHO gagal mendapatkan, memeriksa, dan berbagi informasi secara tepat waktu dan transparan.”

Meskipun banyak laporan yang merinci bagaimana Trump telah diberi penjelasan tentang tingkat keparahan virus corona pada Januari dan Februari 2020, Trump justru mengatakan WHO memungkinkan Cina untuk menyembunyikan tingkat sebenarnya dari penularan virus tersebut.

Sebenarnya berapa sih pendanaan AS dan dari mana saja WHO mendapatkan pendanaannya?

Jadi, AS berkontribusi sebesar antara US$400 juta dan US$500 juta setiap tahun. Sedangkan China sendiri menyumbang US$40 juta per tahun, menurut Business Insider. Adapun BBC menulis, kontribusi China pada periode 2018-2019 mencapai US$76 juta dalam bentuk assessed contribution dan US$10 juta sumbangan sukarela.

WHO sendiri adalah badan PBB yang bertanggung jawab untuk masalah kesehatan publik internasional dan didirikan pada 7 April 1948, yang kemudian selalu diperingati sebagai Hari Kesehatan Sedunia. Tugas utama lembaga ini adalah agar semua orang di muka Bumi ini bisa mencapai tingkat kesehatan setinggi mungkin.

WHO berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Di bawahnya ada 6 kantor regional semi-otonom dan 150 kantor lapangan di seluruh dunia. Sejauh ini, WHO sudah memainkan peranan yang besar dalam menghadapi kasus-kasus wabah maupun pandemi yang pernah terjadi di dunia, seperti memerangi cacar, polio, dan pengembangan vaksin Ebola. Saat ini WHO berfokus pada penyakit menular seperti HIV/AIDS, Ebola, malaria, tuberkolosis, dan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan kanker, diet sehat, nutrisi, keamanan makanan, kesehatan permukiman, dan penyalahgunaan zat.

Biaya hidup WHO berasal dari sumbangan sukarela dari negara-negara anggota maupun donor. Anggaran WHO sendiri mencapai US$4,2 miliar (2018). Sumbangan AS terbilang yang terbesar . Jadi, dengan penghentian sumbangan dari pemerintahan Trump ini, WHO harus berpikir keras untuk menanggulangi kekurangan tersebut agar kegiatannya tak terganggu.

Pandemi COVID-19 sendiri telah menjangkiti hampir 2 juta orang di seluruh dunia. Angka positif di AS telah melewati 600 ribu orang dengan kasus terbesar terjadi di negara bagian New York dengan hampir 190 ribu kasus dan lebih dari 10.000 orang meninggal dunia.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: