Press "Enter" to skip to content

Ikan Raksasa dari Zaman Purba, Perilakunya Mirip dengan Hiu Basking Modern

Sekitar 380 juta tahun lalu di Bumi pernah hidup ikan raksasa yang cara makannya sama dengan cara hiu basking, hiu terbesar yang masih hidup di zaman ini. Ikan purba raksasa itu diberi nama Titanichthys, dari class ikan prasejarah yang disebut placoderm. Ikan ini termasuk kelompok suspension-feeder, ikan yang menangkap dan mencerna partikel makanan yang tersuspensi dalam air.

Fosil Titanichthys yang ditemukan di Gurun Sahara memastikan bahwa ikan ini memiliki rahang bawah yang sempit tanpa tepi tajam yang diperlukan untuk memotong. Fosil-fosil juga menunjukkan rahang makhluk itu tidak mendukung tekanan mekanis yang diperlukan untuk mengunyah dan menggigit.

Rahang Titanichthys kurang tangguh dibandingkan dengan spesies placoderm lainnya yang memakan mangsa besar atau bercangkang keras pada periode Devonian – 140 juta tahun sebelum dinosaurus pertama menjelajahi Bumi.

“Kami telah menemukan bahwa Titanichthys sangat mungkin menjadi suspension-feeder, menunjukkan bahwa rahang bawahnya kurang kuat secara mekanis dibandingkan dengan spesies placoderm lain yang memakan mangsa besar atau bercangkang keras,” kata penulis utama studi itu, Sam Coatham dari Fakultas Ilmu Bumi di Universitas Bristol, seperti dilansir Daily Mail.

Genus Titanichthys terkenal sebagai binatang terbesar pada periode Devonian. Panjangnya diperkirakan mencapai 5 meter. Meskipun tak sepanjang hiu basking, yang panjangnya bisa mencapai 8 meter, keduanya memiliki rahang bawah yang panjangnya mencapai 1 meter.

Untuk mempelajari lebih lanjut mengenai ikan ini, tim tersebut menggunakan fosil Titanichthys yang sudah ditemukan di Gurun Sahara di wilayah Maroko oleh Christian Klug, ahli paleontologi Jerman di Universitas Zurich. Tim menggunakan simulasi virtual untuk mengetahui biomekanik rahangnya dan membandingkannya dengan spesies lain. Mereka juga menguji ketahanan rahang fosil itu dengan menerapkan gaya secara virtual untuk mengetahui sejauh mana rahang itu bisa patah atau bengkok.

Rahang bawah Titanichthys jauh lebih tahan terhadap tekanan dan lebih cenderung pecah dibandingkan dengan spesies placoderm lainnya, seperti Dunkleosteus – yang dapat dengan cepat membuka dan menutup rahangnya untuk menghasilkan gigitan yang kuat dan fatal.

“Fosil Titanichthys telah diamati punya bekas tusukan yang disebabkan oleh Dunkleosteus – pemangsa puncak dan satu dari sedikit spesies yang mendekati ukuran Titanichthys,” kata Coatham. “Saya menduga Dunkleosteus adalah satu-satunya predator potensial – mirip dengan hiu basking modern yang predatornya hanyalah paus pembunuh dan hiu putih.”

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: