Press "Enter" to skip to content

Masker Mirip Helm Astronaut, Mungkinkah Lebih Ampuh Tangkal COVID-19?

Sebuah startup asal Kanada telah merancang sebuah masker wajah yang mirip dengan helm astronaut. Masker yang siap dipasarkan pada akhir Mei ini dilengkapi dengan kipas yang ditenagai sebuah motor untuk mengendalikan sirkulasi udara. Tapi bagaimana caranya mencegah pengguna terpapar virus Corona?

Masker BioVYZR adalah produk buatan startup VYZR Technologies. Masker ini dilengkapi filter untuk menyaring patogen berbahaya dan bagian mukanya terbuat dari bahan transparan yang cukup lebar untuk memudahkan penggunanya mengedarkan pandangan. Dengan wujud masker yang bak helm astronaut itu, pengguna diyakini akan berhenti menyentuh wajah mereka.

BioVYZR didesain dengan investasi sebesar Rp3,6 miliar hasil sumbangan para dokter, perawat, dan dokter gigi melalui platform crowdfunding bernama Indiegogo. Harganya diperkirakan sebesar Rp2,5 juta per unit.

Salah satu pendiri VYZR, Yezin Al-Qaysi mengatakan, masker itu dapat menghentikan hampir semua patogen yang sifatnya airborne, alias menyebar via udara. Meskipun untuk COVID-19 sendiri, masih ada pertentangan apakah ia menyebar melalui droplet atau bisa aerosol. Al-Qaysi mengatakan, seperti dilansir Daily Mail, sampai ada konsensus, kita membutuhkan Alat Pelindung Diri (APD) yang aman dan efektif mencegah penyebaran patogen.

Untuk paramedis, masker itu mungkin membantu. Juga bagi mereka yang terpaksa berada di area sempit yang tak memungkinkan untuk melakukan physical distancing. Tapi untuk penggunaan luas, rasanya masih perlu dipertanyakan, perlukah menggunakan masker sebesar itu? Apakah masker N95 tak cukup? Soalnya, menurut studi dari Universitas Oxford yang diterbitkan pada 30 Maret lalu, masker bedah dan masker N95 itu cukup efektif kok untuk mencegah penyebaran infeksi COVID-19.

Terbukti, beberapa negara yang menerapkan kebijakan ketat penggunaan masker, telah merasakan penurunan penyebaran virus. Contohnya Austria yang merasakan penurunan angka infeksi dari 90 per sejuta orang menjadi hanya 10 per sejuta orang dalam waktu singkat. Begitu juga Republik Cek dan Slovakia.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: